Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Puas, Pengusaha Sawit Ingin Ekspor CPO Tembus 4,5 Juta Ton/Bulan

Pengusaha sawit berharap agar ekspor crude palm oil (CPO) bisa mencapai 3,8-4,5 juta ton per bulan sehingga tandan buah segar bisa terserap oleh pabrik.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  06:56 WIB
Tak Puas, Pengusaha Sawit Ingin Ekspor CPO Tembus 4,5 Juta Ton/Bulan
Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Makna Zaezar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pengusaha sawit berharap agar ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia bisa mencapai 3,8-4,5 juta ton per bulan. Sebab, dengan kondisi tangki yang saat ini sekitar 7 juta ton CPO, tandan buah segar (TBS) sawit petani sulit diserap.

Direktur Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menyampaikan dengan melihat kondisi CPO saat ini yang masih tertahan di tangki-tangki, tercatat realisasi ekspor dalam dua bulan terakhir hanya sebesar 1,2 hingga 1,4 juta ton per bulan.

“Kalau realisasi eskpor itu hanya 1,2 – 1,4 juta ton, maka stok piling minyak sawit yang 7,2 juta ton ini [laporan GAPKI di awal Juli 2022] tak akan bisa bergerak,” ujar Sahat dalam diskusi virtual, Kamis (28/7/2022).

Pasalnya, kata Sahat, musim puncak panen sawit telah berjalan sejak Juli dan akan terus berjalan hingga Januari mendatang. Artinya pengusaha membutuhkan tempat penampungan lebih banyak untuk menyerap TBS. Bila tidak, pengusaha tidak akan dapat menyerap TBS petani yang berlanjut terhadap tertahan rendahnya harga TBS.

“Maka mumpung pasar ekspor terbuka baik, dan kabar terbaru China akan menabah kebutuan 1 juta ton, kami dorong ekspor sebesar mungkin,” ujarnya Plt. Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) itu.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) , Tungkot Sipayung memproyeksikan stok CPO di dalam negeri pada akhir Juli 2022 akan mencapai 8,1 juta ton. Angka tersebut naik 1 juta ton dari realisasi awal Juli 2022 sebanyak 7,1 juta ton.

Pada saat yang sama, stok CPO di dalam negeri harus cepat berkurang agar bisa menyerap CPO selama puncak musim panen 2022. Berdasarkan data DMSI, produksi sawit Juli-Desember 2022 diperkirakan akan berkisar 4,49 juta ton per bulan.

Tungkot menyarankan adanya relaksasi kewajiban pasar domestik (DMO). “Birokrasi yang panjang dalam aturan DMO menjadi salah satu penyebab buyer CPO internasional ragu untuk berbisnis dengan industri sawit domestik,” ujar dia, Kamis (21/7/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor cpo minyak sawit tandan buah segar harga cpo
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top