Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendaraan Listrik, Ini Kata Menhub soal Mitsubishi hingga Toyota

Joint project for Electric Vehicle (EV) Ecosystem EV Smart Mobility bertujuan mempopulerkan kendaraan listrik serta pengurangan emisi karbon.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  19:51 WIB
Kendaraan Listrik, Ini Kata Menhub soal Mitsubishi hingga Toyota
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. - Kemenhub
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi langkah inisiasi yang dilakukan lima Agen Pemegang Merek (APM) otomotif Indonesia yang memulai proyek ekosisten kendaraan listrik.

Lima APM tersebut adalah Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu, dan Toyota yang memulai joint project for Electric Vehicle (EV) Ecosystem EV Smart Mobility.

Menurut Menhub proyek ini bertujuan untuk mempopulerkan kendaraan listrik serta pengurangan emisi karbon, dan juga membantu upaya revitalisasi sektor industri pariwisata di Indonesia sekaligus mendukung sektor logistik untuk selanjutnya berkolaborasi dengan bisnis lokal khususnya di wilayah Bali.

"Proyek ini sangat bagus. Saya sampaikan apresiasi terhadap Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu dan Toyota yang telah bersinergi dalam penyelenggaraan acara ini," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (27/7/2022).

Sebagaimana diketahui, dalam hal penanganan perubahan iklim dan penurunan emisi pada sektor transportasi di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No.55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan serta peraturan-peraturan turunan lainya dari Kementerian/ Lembaga terkait.

Menhub menegaskan upaya membangun EV Ecosystem tidak bisa dilakukan terpisah-pisah tetapi harus dilakukan secara terintegrasi antar lintas sektor, baik dari sisi pemerintah maupun swasta. Sinergi lintas antara pemerintah ataupun perusahaan swasta ini akan makin mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia.

Dia menegaskan bahwa pengembangan suatu ekosistem kendaraan listrik harus dilakukan secara sinergi dan bekerja sama antar lintas sektor, baik dari sisi pemerintahan maupun swasta.

Inisiatif untuk membangun Electric Vehicle Ecosystem sejalan dengan agenda prioritas pemerintah Indonesia dalam G20 Summit terkait transisi energi berkelanjutan. Menhub menyebut dalam penyelenggaraan G20 Summit yang akan dilaksanakan pada akhir 2022, Kementerian Perhubungan bersama institusi lainnya akan menyediakan 30 bus listrik. Pada kesempatan itu Menhub juga mengajak APM di Indonesia turut berpartisipasi pada event G20 Summit.

Menurutnya, G20 Summit merupakan momentum. Setelahnya harus melakukan lompatan yang lebih jauh lagi.

"Sebagai bukti bus listrik yang berjumlah 30 untuk G20 langsung digunakan sebagai bus kota di Bandung dan Surabaya, setelah itu baru Bali, jadi kita konsisten. Penggunaan EV di Indonesia akan tumbuh, regulasi fiskal akan diterapkan secara intensif," jelasnya. 

Menhub berharap ke depan dengan adanya kolaborasi melalui pengembangan model ekosistem mobilitas elektrifikasi dapat mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, menuju 2030 dan mencapai target net zero emission pada 2060.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang mendorong pemanfaatan energi listrik yang lebih ramah lingkungan.

"Mengenai energi bersih ini saya telah mengeluarkan kebijakan dengan peraturan Gubernur. Semua ini merupakan suatu terobosan dari industri dan terima kasih acara ini diadakan di Provinsi Bali dan saya juga akan terus mendorong upaya ini," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik kementerian perhubungan Agen Pemegang Merek toyota menteri perhubungan
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top