Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Alibaba Copot Pejabat Eksekutif Ant Group dari Daftar Kemitraan

Alibaba mencopot eksekutif Ant termasuk Chairman dan CEO Eric Jing, Chief Technology Officer Ni Xingjun, dan lima lainnya dari kemitraan.
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China/ Bloomberg
Seorang pejalan kaki melewati logo Alibaba di China/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Alibaba Group Holding Ltd. mencopot seluruh staff eksekutif perusahaan afiliasi FinTech Ant Group Co. dari kemitraannya, sehingga mengguncang struktur utama yang mempertahankan kendali raksasa e-commerce itu.

Perusahaan yang berbasis di Hangzhou tersebut mencopot eksekutif Ant termasuk Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Eric Jing, Chief Technology Officer Ni Xingjun, dan lima lainnya dari kemitraan berdasarkan laporan tahunan, dilansir dari Bloomberg pada Selasa (26/7/2022).

Dua eksekutif dari Alibaba Simon Hu dan Wang Shuai juga dinyatakan pensiun, yang menjadikan jumlah total mitra eksekutif berkurang menjadi 29 dari 38.

Alibaba mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari amandemen baru-baru ini yang diperbarui pada akhir Mei, hanya stafnya sendiri yang akan diizinkan untuk menjadi mitra.

Ant mengatakan bahwa langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan.

Kemitraan Alibaba, yang dibentuk pada 2010, menjadi metode utama bagi pendiri dan eksekutif perusahaan untuk mempertahankan kendali entitas selama penawaran umum perdana (IPO) empat tahun setelahnya. Kemitraan ini membuat manajemen puncak untuk mencalonkan mayoritas dewan direksi untuk disetujui oleh pemegang saham.

Ant juga telah mengubah anggota direksi dalam beberapa bulan terakhir dengan meningkatkan jumlah direktur independen menjadi 4, atau 50 persen. Langkah ini mengurangi jumlah direktur non-eksekutif dari Alibaba menjadi dua dari tiga.

Dua kerajaan bisnis Jack Ma ini tengah merombak rencana bisnis di tengah pengawasan yang lebih ketat oleh regulator China dalam segala hal mulai dari tata kelola perusahaan hingga transaksi di antara afiliasi.

Lebih dari setengah kapitalisasi pasar Alibaba tergerus setelah Beijing memulai kampanye regulasi luas yang ditujukan untuk sektor ini pada akhir 2020.

Sementara, sikap Partai Komunis China yang berkembang terhadap sektor swasta telah menjadi salah satu perkembangan yang paling diawasi ketat di pasar global dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah pengamat bahkan menyebut sektor internet China yang luas tidak dapat diinvestasikan. Sentimen investor telah berayun liar dalam beberapa bulan terakhir di tengah perdebatan tentang kemungkinan pelonggaran tindakan keras.

Adapun, Alibaba Alibaba mengatakan bahwa pihaknya akan mencatatkan saham di bursa Hong Kong Stock Exchange (HKEX), yang pada gilirannya akan memungkinkan perseroan dapat diperdagangkan melalui Stock Connect dengan bursa Shanghai dan Shenzhen.

Adapun Alibaba telah terdaftar di Bursa Efek New York sejak September 2014. Saat itu, IPO perseroan menjadi yang terbesar dalam sejarah. Alibaba sebelumnya juga telah dual-listing di bursa sekunder Hong Kong pada November 2019.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper