Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Temui Menteri Ekonomi Jepang, Airlangga Angkat Isu Soal Impor Baja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat isu impor baja ketika bertemu Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang Koichi Hagiuda.
Maria Yuliana Benyamin
Maria Yuliana Benyamin - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  15:31 WIB
Temui Menteri Ekonomi Jepang, Airlangga Angkat Isu Soal Impor Baja
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) berbincang dengan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Koichi Hagiuda di Kantor METI, Tokyo, Jepang, Senin (25/7/2022). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu penting di antara kedua negara. Bisnis - Maria Y Benyamin
Bagikan

Bisnis.com, TOKYO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memulai rangkaian kunjungan kerja di Tokyo, Jepang dengan mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Koichi Hagiuda. Dalam kesempatan tersebut, Airlangga mengangkat isu soal impor baja.

"Saat ini, pemerintah Indonesia sedang menyiapkan neraca komoditas dalam rangka penerbitan izin impor produk baja yang rencananya akan dilaksanakan pada 2023," ujarnya di Jepang, Senin (25/7/2022).

Airlangga menuturkan pengalokasian dilakukan berdasarkan data supply-demand, kapasitas produksi perusahaan, dan record atas kinerja realisasi impornya.

Adapun, kata dia, hal itu bertujuan agar penggunaan baja impor sebagai bahan baku tepat sasaran. Pasalnya, baja sangat diperlukan untuk industri pengguna.

"Pengaturan pengalokasian impor baja dilakukan secara selektif, namun dengan proses yang transparan dan akuntabel, dengan tetap menjaga agar tidak melanggar ketentuan WTO [World Trade Organization],” ungkap Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang juga menyampaikan impor baja yang sangat diperlukan untuk industri.

"Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan untuk melakukan relaksasi tarif. Tim Teknis akan segera menyelesaikan," imbuhnya.

Agus juga menyampaikan terima kasih kepada industri otomotif Jepang yang telah melakukan perluasan pasar produk otomotif Indonesia. Salah satunya untuk melakukan ekspor dari Indonesia ke Australia.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas mengenai potensi kolaborasi lanjutan antara kedua negara, mengingat kerjasama antara Pemerintah Jepang dan Indonesia telah berlangsung selama hampir 50 tahun.

Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Koichi Hagiuda mengatakan tahun depan adalah 50 Tahun Persahabatan ASEAN – Jepang.

"Kita ingin ada proyek besar Kerja sama di bidang ekonomi, bersama dengan dunia usaha," ucapnya.

Sebagai penutup dari pertemuan tersebut, Hagiuda menyampaikan bahwa pemerintah Jepang sangat senang bahwa kedua belah pihak telah melihat ke arah yang sama.

“Kita bisa meneruskan pembahasan ini, baik melalui pembahasan secara langsung maupun secara online. Saya ada rencana untuk kembali datang ke Indonesia untuk meneruskan hubungan yang sudah baik ini,” kata Hagiuda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto jepang IMPOR BAJA PADUAN baja
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top