Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, PLN Siap Buka Data Pelanggan untuk APM

PLN menawarkan data 83,6 juta pelanggan untuk diakses para pemain otomotif agar bisa mempercepat ekosistem kendaraan listrik.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 Juli 2022  |  17:27 WIB
Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik, PLN Siap Buka Data Pelanggan untuk APM
SPKLU PLN. - Kementerian BUMN
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menjalin kerja sama terkait dengan percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik dengan sejumlah agen pemegang merek (APM) hingga industri yang belakangan turut mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Tanah Air.

Dalam kerja sama itu, PLN menawarkan data 83,6 juta pelanggan untuk diakses serta jasa perawatan daya listrik kepada konsumen untuk ekosistem kelistrikan yang ditarget terbentuk ke depan.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kerja sama itu bakal ikut mendorong kinerja perseroan terkait dengan konsumsi listrik di tengah masyarakat seiring dengan penguatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Darmawan memastikan perseroan dapat memberi akses  data pelanggan yang selama ini dikuasai oleh PLN sebagai badan usaha pelat merah tunggal di bidang kelistrikan. 

“Kalau bapak ibu di sini ada yang jual mobil listrik kami dukung all out karena mobil listrik itu pasti ngecharge-nya hanya di PLN, kami dagangannya listrik begitu itu ngecharge otomatis dagangan kita laris, itulah strategi pengelaris,” kata Darmawan saat menandatangani Kerja Sama Strategis Percepatan Penetrasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Mal Level 21, Denpasar (24/7/2022).

Adapun kerja sama itu ikut meliputi bundling paket kendaraan listrik dengan layanan home charging dari PLN hingga kolaborasi membangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Malahan, PLN juga memberikan diskon 30 persen tarif listrik pada pengguna yang melakukan home charging antara pukul 22.00-05.00.

Mengingat daya yang dibutuhkan home charging sekitar 7.700 watt, maka PLN memberikan kemudahan untuk pelanggan yang ingin tambah daya. Dengan Rp150.000, daya bisa ditingkatkan menjadi 11 ribu Volt Ampere.

Dalam kerja sama percepatan ekosistem kendaraan listrik itu, PLN bekerjasama dengan pabrikan kendaraan listrik roda dua seperti GESITS, Viar, Unwinfly dan Volta. Selain itu, untuk kendaraan roda empat, PLN berkolaborasi dengan Nissan, Hyundai, Wuling, DFSK, Mitsubishi, Toyota, dan Mercedez-Benz yang akan segera hadir di PLN Mobile.

Selain dengan pabrikan, PLN juga bekerjasama dengan Grab Indonesia untuk memperkuat penyediaan EV Charging Station.

“Kalau butuh akses ke pelanggan kami akan fasilitasi monggo karena pelanggan kami adalah pelanggan listrik by name, address, dan location saya punya, saya juga tahu pelanggannya berdaya 450 watt, 900 watt, 1.300 watt saya tahu semuanya, dengan kolaborasi ini tentu saja mengakselerasi bagaimana mobil listrik bisa dinikmati,” kata dia.

Di sisi lain, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan PLN, sangat krusial untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Grab dengan PLN menjadi salah satu langkah nyata kami dalam mewujudkan misi untuk mencapai target netral karbon. Dengan penambahan jumlah SPBKLU di enam provinsi di pulau Jawa dan Bali, kami berharap adopsi kendaraan listrik juga akan semakin meningkat,” kata Neneng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN Mobil Listrik listrik Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik Mobil Listrik Sepeda Motor Listrik
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top