Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesan Wimboh Santoso di Akhir Jabatan Ketua OJK

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2017–2022 Wimboh Santoso mengapresiasi hasil kerja keras OJK yang telah bersinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia, terutama pada masa pandemi Covid-19.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  09:07 WIB
Pesan Wimboh Santoso di Akhir Jabatan Ketua OJK
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2022-2027 Mahendra Siregar (atas, tampak di layar monitor) menyaksikan secara virtual Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022 Wimboh Santoso saat memberikan sambutan usai serah terima jabatan di Kantor OJK, Jakarta, Rabu (20/7/2022). - Antara Foto/Aditya Pradana Putra
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017–2022 Wimboh Santoso mengapresiasi hasil kerja keras semua pihak yang telah bersinergi untuk menjaga stabilitas industri keuangan Indonesia. 

Wimboh menyampaikan terjaganya stabilitas sistem keuangan, terutama selama masa pandemi Covid-19 merupakan upaya yang luar biasa menghasilkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan melalui kebijakan yang tertuang dalam beberapa peraturan OJK (POJK).

Tidak hanya secara mikro atau kesehatan lembaga keuangan, berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan OJK juga ikut mempertimbangkan kebijakan makro finansial.

“Terjaganya stabilitas sistem keuangan Indonesia itu ditunjukkan dari indikator permodalan yang terjaga, likuiditas sektor jasa keuangan yang ample, serta profil risiko yang masih berada dalam ambang batas atau terkendali,” kata Wimboh dalam sambutan serah terima jabatan anggota DK OJK di Jakarta, Rabu (20/7/2022). 

Selain itu, sambung Wimboh, stabilitas sektor keuangan juga didukung oleh implementasi market conduct di industri perbankan, pasar modaldan industri keuangan non bank (IKNB). Dengan demikian, perlindungan konsumen tetap dapat dilakukan dengan baik termasuk menjaga integritas dan volatilitas pasar modal Indonesia. 

Wimboh juga menyinggung soal pelaksanaan kebijakan makro finansial konsolidasi bank baik untuk bank umum dan BPR yang telah berjalan dengan baik, sesuai dengan tahapan menuju modal inti minimum sebesar Rp3 triliun hingga akhir 2022. 

Selama 5 tahun terakhir, Wimboh mengungkapkan kondisi status pengawasan bank sudah berjalan semakin membaik. Hal itu tercermin dari kredit perbankan yang yang tumbuh 9,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Mei 2022. Adapun sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), kredit perbankan tumbuh 6,05 persen per 6 Juli 2022. 

“Rasio kecukupan modal per Mei 2022 tercatat meningkat di level 24,74 persen dengan profil risiko perbankan juga masih berada di bawah threshold, yaitu 3,04 persen,” tambahnya. 

OJK juga mencatat kredit restrukturisasi Covid-19 terus menunjukan penurunan sebesar Rp10,13 triliun menjadi Rp596,25 triliun per Mei 2022. Perbankan juga terus meningkatkan rasio cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) secara gradual yang tercatat meningkat sebesar 20,43 persen pada Mei 2022. 

Senada, pasar modal juga terjaga dengan baik dan volatilitas tetap terkendali. Hal itu perlahan membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dan kapitalisasi pasar kembali pulih dari titik terendahnya pada 24 Maret 2020 sebesar 3.937 dan pernah mencapai titik tertinggi pada 21 April 2022 sebesar 7.276, di mana terkoreksi menjadi 6.659 per 18 Juli 2022. 

Adapun dari sisi IKNB, Wimboh menyatakan kinerja individual lembaga asuransi dan lembaga pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan. 

Namun demikian, dengan adanya episode baru terkait ketidakstabilan ekonomi global, diperlukan due diligence dan penanganan yang lebih terperinci,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK wimboh santoso industri keuangan perbankan asuransi
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top