Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Total Perdagangan Naik, Indonesia Masuk 25 Besar Eksportir Terbesar di Swiss

Total perdagangan Indonesia dan Swiss meningkat 55,1 persen menjadi US$1,80 miliar dibandingkan dengan semester I tahun lalu.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  20:48 WIB
Total Perdagangan Naik, Indonesia Masuk 25 Besar Eksportir Terbesar di Swiss
Dubes RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Hadad (ketiga dari kiri), Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri (keempat dari kiri, dan Departemen Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Konfederasi Swiss Guy Parmelin (kelima dari kiri). - dok. Kemenaker
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia bertengger di posisi ke-24 sebagai eksportir terbesar di Swiss sepanjang semester I/2022, naik dua peringkat dari periode yang sama tahun lalu.

Adapun, ekspor Indonesia ke Swiss naik lebih dari 60 persen menjadi US$1,60 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, impor Indonesia dari Swiss juga tumbuh 12,8 persen menjadi US$210,95 juta, naik dari posisi semester 1/2021 senilai US$187,05 juta.

Walakin, neraca perdagangan Indonesia terhadap Swiss mencatatkan surplus mencapai US$1,38 miliar. Capaian ini tumbuh 18,8 persen dibandingkan capaian surplus perdagangan pada periode yang sama tahun lalu.

Dubes Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Hadad mengatakan kinerja perdagangan Indonesia – Swiss yang positif ini merupakan kabar baik di ketidakpastian ekonomi global, perang Rusia Ukraina, dan kenaikan inflasi global.

Jika dirinci, total perdagangan Indonesia dan Swiss meningkat 55,1 persen menjadi US$1,80 miliar dibandingkan dengan semester I tahun lalu.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Swiss masih didominasi oleh emas, logam mulia, perhiasan (HS 71), yakni 84 persen dari total ekspor Indonesia ke Swiss atau senilai US$1,34 miliar.

Selain emas, komoditas yang secara konsisten menempati lima teratas pada ekspor Indonesia ke Swiss antara lain alas kaki (HS 64), tekstil bukan rajutan (HS 62), dan tekstil rajutan (HS 61) masing-masing menyumbang sekitar 4 persen, 2,2 persen, 1,2 persen dari total perdagangan.

Komoditas utama yang mengalami kenaikan signifikan antara lain emas (HS 71), furnitur (HS 94), kulit (HS 42), dan electrical machinary (HS 85), yakni masing-masing naik 83,1 persen, 21,2 persen, 13,4 persen, dan 10 persen.

Sementara itu komoditas utama yang mengalami penurunan dibandingkan semester I/2021, antara lain essential oil (HS 33) turun 20,1 persen dan machinery dan mechanical appliance (HS 84) turun sebesar 15,4 persen.

”Situasi seperti ini, sesungguhnya memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mengisi kebutuhan negara konsumen yang tadinya komoditasnya disuplai oleh Ukraina, Rusia maupun negara supplier yang terkena dampak. Swiss misalnya salah satu importir emas Rusia, sementara Indonesia juga merupakan salah satu eksportir emas terbesar dunia” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (20/7/2022).

Bila melihat total nilai perdagangan Indonesia–Swiss, data terakhir dari Swiss Federal Office for Customs and Border Security (FOCBS) menunjukkan peringkat Indonesia sudah naik menjadi ke 33 dibandingkan semester I/2021 yang masih menempati peringkat ke-43.

”Melompat sampai 10 ranking tentunya kabar yang sangat baik, mengindikasikan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia–Swiss dapat diambil manfaatnya, seperti Indonesia-EFTA CEPA dan kerja sama lainnya,” tambah dubes Muliaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surplus perdagangan ekspor impor swiss muliaman hadad
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top