Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesan Chairul Tanjung ke Sri Mulyani: Jangan Kasih Hasil Pajak ke Orang Kaya Lagi!

Pengusaha Chairul Tanjung (CT) memberi pesan kepada Menkeu Sri Mulyani soal pajak orang kaya. Apa katanya?
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  18:41 WIB
Pesan Chairul Tanjung ke Sri Mulyani: Jangan Kasih Hasil Pajak ke Orang Kaya Lagi!
Presenter Helmy Yahya (kiri), Dirjen Pajak Suryo Utomo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan pemilik CT Corp Chairul Tanjung (kanan) dalam talk show Hari Pajak 2022 di Jakarta, Selasa (19/7/2022). - Dok. DJP Kemenkeu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha sekaligus pemilik CT Corp Chairul Tanjung (CT) memberikan pesan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani agar pajak yang dikumpulkan dari orang-orang kaya tak diberikan lagi ke orang kaya lagi.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat menjadi salah satu pembicara dalam talkshow Puncak Perayaan Hari Pajak pada Selasa (19/7/2022). CT mengatakan pajak bukan hanya instrumen fiskal, namun juga instrumen keadilan untuk masyarakat. 

"Tolong betul-betul diperhatikan. Hasil yang dikumpulan ini dari orang kaya, tolong jangan dikasih ke orang kaya lagi," kata CT, Selasa (19/7/2022). .

Selain meminta agar hasil pajak yang dikumpulkan tak kembali diberikan kepada orang kaya, CT juga meminta kepada Sri Mulyani agar hasil pajak tersebut lebih banyak diberikan kepada masyarakat miskin.

Jika subsidinya ke barang, lanjutnya, maka sudah pasti hasil pajak akan masuk kembali ke orang kaya. Padahal, CT menilai subsidi dari pemerintah sudah sepatutnya diterima oleh masyarakat miskin.

"Tolong Bu Ani [Sri Mulyani]. Saya tahu Bu Ani nyenggol Presiden [Joko Widodo] terus, tapi Presiden belum gerak nih," ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. 

CT mengaku ikhlas membayar kewajiban apabila hasil pajak yang terkumpul lebih banyak diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu. 

Dia mengakui bahwa dirinya membayar pajak tak hanya sekedar menaati peraturan perundang-undangan, namun ada unsur melaksanakan ibadah. 

"Kenapa? Karena kita bayar pajak itu niatnya bukan cuma [taat] terhadap peraturan undang-undang, tetapi ada unsur sedekahnya, zakatnya. Ini juga menjadi perhatian yang kita harapkan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chairul tanjung sri mulyani Pajak
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top