Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina di Pulau Jawa Dimulai Agustus

Pertamina berencana menerapkan uji coba pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan MyPertamina di Pulau Jawa pada Agustus atau September 2022.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  11:18 WIB
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina di Pulau Jawa Dimulai Agustus
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga berencana untuk menerapkan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan MyPertamina di Pulau Jawa pada Agustus atau September tahun ini.

Uji Coba itu bakal menjadi percobaan kedua setelah gelombang pertama dilakukan di 11 kabupaten atau kota yang diterapkan mulai 1 Juli 2022.

“Uji coba gelombang satu belum skala nasional, nanti gelombang keduanya baru kita lihat bagaimana pengembangan di Pulau Jawa, tapi wave kedua ini kita rencanakan di pertengahan Agustus atau September tapi ini belum kita finalisasi,” kata Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra saat Webinar SUKSE2S, Rabu (29/6/2022).

Ega menuturkan perseroan masih berfokus untuk memutakhirkan sistem registrasi dan verifikasi pada aplikasi MyPertamina sembari mengawasi pelaksanaan uji coba gelombang pertama bulan ini.

“Bukan berarti Jakarta harus daftar 1 Juli dan tidak bisa beli pertalite, tidak, yang kita dorong 1 Juli itu kita mulai buka pendaftaran,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan solar bakal habis pada Oktober 2022 di tengah tingkat rata-rata konsumsi masyarakat yang berada di kisaran 10 persen setiap harinya.

Pemerintah belakangan tengah menargetkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM rampung pada Agustus 2022 untuk menekan bocornya distribusi BBM murah itu di tengah masyarakat.

Anggota Komisi BPH Migas Saleh Abdurrahman membeberkan realisasi konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar masing-masing sudah berada di atas 50 persen hingga 20 Juni 2022. Malahan konsumsi rata-rata BBM bersubsidi sudah melebihi kuota yang ditetapkan dengan rata-rata di atas 10 persen setiap harinya.

“Jika kita tidak melakukan pengendalian maka kita akan menghadapi subsidi kita akan habis antara Oktober atau November,” kata Saleh saat Webinar SUKSE2S, Rabu (29/6/2022).

Berdasarkan data milik BPH Migas hingga 20 Juni 2022, realisasi konsumsi solar sudah mencapai 51,24 persen dari kuota yang ditetapkan sebesar 15,10 juta kiloliter pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022.

Sementara itu, realisasi penyaluran pertalite sudah mencapai 13,26 juta kiloliter atau sebesar 57,56 persen dari kuota yang dipatok dalam APBN 2022 di angka 23,05 juta kiloliter.

“Kalau tidak dilakukan pengendalian maka kita bisa prognosa diakhir 2022 ini realisasi [subsidi] kita itu di atas kuota, sehingga sekali lagi perlu pengendalian konsumsi kepada yang berhak,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MyPertamina Pertalite solar BBM bbm subsidi
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top