Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengusaha Sambut Baik Dibukanya Keran Ekspor Ayam ke Singapura

Pengusaha menyambut baik dibukanya keran ekspor olahan ayam dari beberapa perusahaan Indonesia ke Singapura.
Peternak mengambil telur ayam di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018)./JIBI-Nurul Hidayat
Peternak mengambil telur ayam di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menyambut baik dibukanya keran ekspor olahan ayam dari beberapa perusahaan Indonesia ke Singapura.

Pengusaha menilai kebijakan itu jadi langkah awal membaiknya kondisi industri perunggasan Indonesia. Sebab, pelaku usaha kecil bisa lebih baik pangsa pasarnya.

Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi mengatakan, kondisi pasar unggas khususnya ayam saat ini diperebutkan oleh perusahaan besar dan pelaku usaha kecil. Dengan kondisi ini, pelaku usaha kecil kerap kalah bersaing.

“Kepentingan peternak mandiri kecil itu berbagi pasar. Artinya, produk perusahaan besar tidak semuanya dipasarkan di dalam negeri. Saat ini kan pasar becek saja dikuasai perusahaan besar yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” kata Sugeng kepada Bisnis, Senin (4/7/2022).

Menurut Sugeng saat ini ada dua jenis peternak ayam yang ada Indonesia. Pertama adalah peternak ayam terintegrasi yang terdiri dari perusahaan besar karena memproduksi pakan dan menetaskan ayam sendiri dengan skala besar. Sementara yang kedua adalah peternak ayam nonintegrasi, yang terdiri dari peternak kecil yang mengandalkan suplai dari perusahaan terintegrasi.

“Jadi ekspor ini awal yang baik. Ini semua tidak terlepas dari peran pemerintah,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, suplai ayam dalam negeri saat ini berlebih ditandai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian terkait Larangan Penjualan Telur Tetas Ayam atau Hatching Egg (HE) untuk konsumsi kepada perusahaan pembibit dan pelaku usaha perunggasan.

“Jadi antara Januari-Februari itu ada kebijakan pengurangan telur Hatching Egg yang artinya telur-telur yang ada itu untuk tidak ditetaskan,” kata dia.

Namun, kata dia, sejak 30 Maret 2022 sampai saat ini, belum ada Surat Edaran baru sehingga ini menjadi landasan kelebihan pasok secara nasional. Dia mengatakan potensi surplus tetasan telur itu berkisar kurang lebih 80 juta ekor.

Sebelumnya diberitakan, Singapura membuka pintu impor daging ayam dan produk daging ayam olahan dari Indonesia. Per Kamis (30/6/2022), ada tiga perusahaan yang sudah memperoleh persetujuan dari badan pangan Singapura yang bernama Singapore Food Agency (SFA).

Tiga perusahaan tersebut adalah PT Charoen Pokphand Indonesia-Food Division, PT Ciomas Adisatwa-Plant Pemalang, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). PT Charoen Pokphand Indonesia dan PT Ciomas Adisatwa memperoleh persetujuan untuk mengekspor daging ayam beku dan ayam potong, sedangkan CPIN daging ayam olahan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper