Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IUAE-CEPA Diberlakukan 1 Januari 2023, Berikut Produk yang Tarifnya 0 Persen

Ketika IUAE-CEPA mulai dilaksanakan pada 1 Januari, 90 persen barang Indonesia akan mulai diberlakukan 0 persen tarif. Sebaliknya, 9,6 persen sisanya lima tahun ke depan.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  14:29 WIB
IUAE-CEPA Diberlakukan 1 Januari 2023, Berikut Produk yang Tarifnya 0 Persen
Tangkapan layar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko B Witjaksono dalam konferensi pers daring yang dipantau di Jakarta, pada Senin (4/7/2022). ANTARA - Adimas Raditya.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Peragangan (Kemendag) menyampaikan Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IUAE–CEPA ditargetkan dimulai pada 1 Januari 2023.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan saat mulai dilaksanakan pada 1 Januari, 90 persen barang Indonesia akan mulai diberlakukan 0 persen tarif. Sebaliknya, 9,6 persen sisanya lima tahun ke depan.

“Dulu kertas kita ekspornya baik ke UEA tapi menurun di tahun belakangan karena berbagai sebab. Ini perhatian saya. Ini akan diberikan pada kesempatan pertama. Selain itu ada produk sawit, alas kaki, batu bara, sabun, mentega, ban, baterai, yang bakal dikenakan 0 persen tarif pada awal pemberlakuan,” ujar Djatmiko dalam media briefing IUAE-CEPA secara virtual, Senin (4/6/2022).

Dikatakannya, total perdagangan Indonesia–UEA pada 2021 mencapai US$4,0 miliar atau meningkat 37,88 persen dibandingkan 2020 sebesar US$2,9 miliar. Meskipun sempat turun pada 2019–2020, di tengah pandemi Covid-19, nilai perdagangan bilateral kembali naik signifikan.

Berdasarkan analisis Cost Benefitdan Prognosa IUAE–CEPA, dalam 10 tahun sejak entry into force (EIF), ekspor Indonesia ke UEA diproyeksikan meningkat US$844,4 juta atau meningkat 53,90 persen. Selain itu, impor Indonesia dari UEA juga diproyeksikan meningkat sebesar 307,3 juta atau sekitar 18,26 persen.

“Dengan adanya IUAE-CEPA diproyeksikan ekspor kita meningkat 3 kali lipat,” ucapnya.

Dia juga mengatakan ada beberapa target yang harus diselesaikan untuk implementasi IUAE-CEPA. Pertama, adalah menyelesaikan proses ratifikasi yang harus selesai dua bulan sebelum dilaksanakan.

“Kemudian akan meberi notifkasi ke UEA begitupun mereka juga akan melakukan notifikasi. Lalu 30-36 hari sebelum pemberlakukan. Kemudian, penetapan tarif, peraturan Kemenkeu soal asal barang itu selesai. Maka bisa 1 Januari 2023 bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Djatmiko menjelaskan perjanjian dagang yang diteken Mendag Zulkifli Hasan pada 1 Juli itu juga akan segera disosialisasikan kepada beberapa lembaga dan pihak terkait. Mulai dari eksportir, importir, akademisi di perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Lalu sosialisasi media secara spesifik tidak hanya pusat tapi daerah. Diharapkan hal ini bisa diterima seluas-luasnya di tanah air,” ucapnya.

Menurutnya, IUAE-CEPA merupakan perjanjian tercepat dalam sejarah. Sebab, dalam waktu 9 bulan bisa selesai ditandatangani.

“Kita dalam 9 bulan ini benar-benar melakukan perundingan intensif, dalam. Mungkin 4 hanya putaran perundingannya. Dulu kan mulai pada awal September 2021 di Ciawi,” ujar Djatimiko.

Diketahui, penandatanganan IUAE–CEPA dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Ekonomi Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla bin Touq Al Marri pada 1 Juli 2022. Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IUEA-CEPA uni emirat arab Perjanjian Dagang kemendag
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top