Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Iduladha Makin Dekat, Vaksinasi PMK Jangkau 280.000 Ternak

Kementerian Pertanian mencatat telah melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku atau PMK untuk 280.383 ekor ternak di Indonesia.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 04 Juli 2022  |  09:23 WIB
Iduladha Makin Dekat, Vaksinasi PMK Jangkau 280.000 Ternak
Seorang dokter hewan menyiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) bagi hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang Iduladha yang jatuh pada 10 Juli 2022, Kementerian Pertanian melaporkan hingga 4 Juli 2022 pukul 08.30 WIB, sebanyak 280.383 ekor ternak telah menerima vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dalam laman resmi siagapmk.id, tercatat dari 316.045 ekor ternak yang terjangkit PMK tersebar di 21 provinsi seluruh Indonesia, 106.438 ekor diantaranya telah sembuh. Sementara 2.803 ekor terpaksa dilakukan pemotongan bersyarat, 2.002 ekor mati, sehingga masih terdapat 204.802 hewan yang belum sembuh.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menjamin pasokan hewan kurban untuk Iduladha 1443 H/2022 M telah tercukupi dengan perkiraan kebutuhan sebanyak 1.808.522 ekor.

Kementan mencatat potensi ketersediaan hewan kurban 2022 sebanyak 2.278.158 ekor yang artinya masih terjadi surplus sebanyak 469.636 ekor. Meski melebihi kebutuhan, tidak semua hewan tersebut dapat dikirim ke seluruh daerah yang membutuhkan akibat pembatasan lalu lintas ternak.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan Agung Suganda menyampaikan pada dasarnya persyaratan lalu lintas ternak yang berlaku mengacu pada SE Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) No. 14/2022 tentang rekayasa jalur distribusi hewan kurban daerah surplus ke daerah minus.

Pertama, hewan kurban dari daerah merah hanya untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban di daerah tersebut dan dilarang keluar dari daerah merah.  Kedua, hewan kurban dari daerah kuning dapat dilalulintaskan antar daerah kuning. Ketiga, hewan kurban dari daerah hijau dapat dilalulintaskan ke daerah hijau dan kuning.

“Memang masih ada beberapa provinsi yang mengalami defisit. Tetapi dengan semakin dekatnya Iduladha, pergerakan ternak dari daerah hijau terus berjalan,” ujarnya.

Dalam rangka mengurangi penyebaran PMK dan lebih meratanya distribusi hewan kurban, Agung menyarankan masyarakat untuk menunaikan kurban secara online.

“Kami mengimbau kepada rekan umat muslim yang akan melaksanakan ibadah kurban khususnya di daerah sentral yang masih defisit, kami dorong untuk melakukan kurban online,” imbaunya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan Vaksin iduladha Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top