Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Optimis Sektor Properti Pulih, Modernland Realty Siapkan Strategi

Perolehan marketing sales MDLN sepanjang 2021 yang senilai Rp1,4 triliun itu berasal dari segmen residensial sebesar Rp1,1 triliun
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 Juli 2022  |  19:43 WIB
Optimis Sektor Properti Pulih, Modernland Realty Siapkan Strategi
Cleon Park Apartment tengah dalam proses pembangunan. / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Modernland Realty Tbk (MDLN) optimistis sepanjang 2022 menjadi tahun pemulihan perekonomian nasional khususnya untuk industri properti. 

Direktur PT Modernland Realty Tbk David Iman Santosa mengatakan peningkatan vaksinasi serta kegiatan masyarakat yang mulai berangsur normal akan membawa sentimen positif pada pasar.

Para pelaku industri properti pun dapat memanfaatkan dukungan dari sektor perbankan terkait pembiayaan dimana diharapkan akan meningkatkan daya beli masyarakat. 

Menurutnya, dengan dijalankannya Undang-Undang Cipta Kerja serta dilanjutkannya pembangunan infrastruktur yang sempat terhambat akibat pandemi Covid-19 dapat mendorong investor untuk kembali menjalankan ekspansi usaha sehingga penjualan kawasan industri dapat pulih kembali.

“Kami pun berencana menjual aset yang bersifat non-operasional untuk membantu peningkatan modal kerja serta meluncurkan produk residensial baru dengan harga penjualan yang lebih terjangkau serta mencari mitra strategis untuk pengembangan kawasan residensial milik perseroan lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/7/2022). 

Emiten berkode MDLN ini membukukan penjualan pemasaran atau marketing sales Rp1,4 triliun pada tahun 2021. Angka itu turun dari perolehan marketing sales tahun 2020 yang mencapai Rp1,6 triliun.

Adapun perolehan marketing sales senilai Rp1,4 triliun itu berasal dari segmen residensial senilai Rp1,1 triliun yang turun sebesar 18 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu Rp1,4 triliun.

Pada segmen industri, meskipun sentimen positif tampak meningkat di pasar, namun investor korporasi masih mengambil sikap wait and see sehingga perseroan membukukan marketing sales Rp121 miliar di tahun 2021, turun 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp152 miliar.

Sementara itu, segmen perhotelan dan segmen lainnya membukukan marketing sales sebesar Rp156 miliar atau naik 77 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu Rp88 miliar.

Peningkatan ini berasal dari anak usaha perseroan Modern Panel yang mengalami peningkatan penjualan melalui penyediaan material precast untuk mendukung pembangunan residensial di Jakarta Garden City. Lalu marketing sales dari hotel dan padang golf meningkat sebesar 33 persen.

Pada 2021, perseroan berhasil meraup pendapatan senilai Rp2,01 triliun, meningkat sebesar 174,59 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp731,51 miliar. Hal ini disebabkan oleh adanya pengakuan dari pendapatan yang ditangguhkan atas penjualan saham PT Astra Modern Land.

Sementara itu, perolehan laba perseroan mencapai sebesar Rp458,36 miliar pada tahun 2021 meningkat sebesar 137,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan rugi sebesar Rp1,21 triliun.

Dari sisi bottom line, rugi bersih tahun berjalan MDLN turun 97,62 persen dari Rp1,76 triliun pada 2020 menjadi Rp41,99 miliar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan penjualan dan tidak adanya impairment of goodwill di tahun 2021.  

Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk William Honoris mengatakan pihaknya bersyukur mampu melewati tahun 2021 yang penuh tantangan.

Adanya peningkatan penyebaran Covid-19 varian Delta telah memberikan tekanan pada Indonesia di tahun 2021, baik terhadap aspek kesehatan, kemanusiaan, sosial, maupun ekonomi.

“Untuk memitigasi penyebaran virus, maka Pemerintah Indonesia menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada kuartal ketiga hingga pertengahan kuartal keempat tahun 2021,” katanya. 

Pertumbuhan positif mulai terlihat pada pertengahan kuartal keempat yang ditandai dengan meningkatnya permintaan sewa perkantoran, sewa ritel, dan hotel sebagai dampak dari adanya pelonggaran peraturan PPKM oleh Pemerintah di periode tersebut.

Hal ini juga mengakibatkan peningkatan aktivitas Work From Office (WFO), trafik kunjungan di pusat perbelanjaan (mall), serta occupancy rate hotel yang semakin membaik. 

Menurutnya, sinergi dan inovasi kebijakan ekonomi nasional menjadi kunci dalam mendorong proses pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas.

Sinergi akselerasi vaksinasi dan penguatan penanganan Covid-19, termasuk PPKM berbagai level dengan pembukaan sektor prioritas menjadi game changer tidak hanya dalam pengendalian penyebaran Covid-19, namun juga dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi.

“Atas dukungan dan kepercayaan seluruh pemegang saham, manajemen telah mengambil langkah-langkah penting dan strategis untuk mendorong pendapatan dan mengukuhkan struktur keuangan demi mencapai pertumbuhan jangka panjang. Antara lain dengan menyelesaikan proses restrukturisasi Global Bond, serta malakukan strategi divestasi kepemilikan saham Astra Modern Land (AML) pada bulan Desember 2021 yang berdampak positif terhadap likuiditas perseroan seiring dengan strategi penjualan dan operation excellence yang dijalankan Perseroan kedepannya,” tutur William. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top