Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Alkes Diramal Tumbuh Pesat 5 Tahun Ke Depan, Gara-Gara Ini

Berikut sejumlah alasan bisnis alat kesehatan (alkes) diramal tumbuh pesat 5 tahun mendatang.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  22:37 WIB
Bisnis Alkes Diramal Tumbuh Pesat 5 Tahun Ke Depan, Gara-Gara Ini
Pekerja mengemas masker di pabrik alat kesehatan PT Kasa Husada Wira Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/1/2020). - ANTARA / Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis alat kesehatan (alkes) diperkirakan mengalami pertumbuhan pesat dalam kurun 5 tahun mendatang. Sejumlah jumlah faktor dianggap menjadi katalisator.

Menurut Direktur Utama Argon Group Krestidjanto Pandji, melihat setidaknya terdapat 3 faktor yang menjadi pemicu pertumbuhan bisnis alat kesehatan di Tanah Air.

Pertama, rencana pemerintah menyamaratakan semua fasilitas Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada Janiari 2023 mendatang yang meningkatkan minat berobat masyarakat.

"Artinya, ini akan menumbuhkan kemauan untuk berobat karena aksesibilitas yang lebih baik," kata Krestidjanto ketika ditemui di Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Ditambah dengan meningkatnya pengeluaran pemerintah untuk keperluan kesehatan, sambungnya, bisnis alat kesehatan di Tanah Air diprediksi mengalami pertumbuhan pesat dalam kurun 5 tahun ke depan.

Selain itu, adanya kepastian pasar akan membuat margin keuntungan akan lebih besar jika pelaku industri membuat pabrik dibandingkan dengan berperan sebagai distributor.

"Dengan kata lain, kalau pemerintah tidak memberikan insentif bagi produk lokal melalui upaya menekan produk impor, maka lebih baik pemain alkes dalam negeri menjadi distributor," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kesehatan alkes
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top