Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SFA Kunjungi Fasilitas Charoen Pokphand (CPIN) dan Japfa (JPFA), Bersiap Ekspor Unggas ke Singapura?

Tim audit Singapore Food Agency telah meninjau dua perusahaan perunggsan yakni Charoen Pokphan dan Japfa di Indonesia untuk menjamin keamanan dan kesehatan unggas dan produk turunannya.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 24 Juni 2022  |  15:21 WIB
SFA Kunjungi Fasilitas Charoen Pokphand (CPIN) dan  Japfa (JPFA), Bersiap Ekspor Unggas ke Singapura?
Peternakan unggas - disnak.jabarprov.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa Indonesia siap mengekspor unggas dan produknya ke Singapura dengan jaminan telah bebas dari penyakit Avian Influenza (AI).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah menyampaikan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Singapura dan telah kedatangan tim audit dari Singapore Food Agency (SFA) dalam rangka persiapan ekspor.

Pada kesempatan tersebut Dirjen PKH Nasrullah menyampaikan, kedatangan Tim Audit SFA merupakan respon positif untuk menjalin kerjasama antara pihak Indonesia dengan Singapura, terutama dalam persiapan ekspor unggas dan produknya dari Indonesia ke Singapura.

“Singapura merupakan sebuah negara yang memiliki standar keamanan pangan yang tinggi, sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakatnya sebagai konsumen. Kami siap memberikan jaminan bebas penyakit AI berdasarkan penerapan sistem kompartemen unit usaha unggas,” imbuhnya dalam "Closing Meeting Audit Country Level Singapore Food Agency (SFA)", Kamis (23/6/2022).

Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk dapat memenuhi kebutuhan unggas dan produknya ke Singapura, terutama sejak adanya penghentian ekspor livebird dari Malaysia ke Singapura.

Nasrullah menyebutkan pasokan kebutuhan domestik juga tetap aman dengan adanya ekspor ini. Data Ditjen PKH mencatat untuk periode Juni dan Juli 2022 saja prognosa ketersediaan daging ayam masing-masing surplus sebesar 99.089 ton dan 49.885 ton.  

Nasrullah menjelaskan, Indonesia saat ini telah mengekspor berbagai produk unggas seperti telur ayam tetas (Hatching Egg), Day Old Chicken (DOC), Karkas dan produk olahan ayam ke beberapa negara seperti Jepang, Myanmar, Papua Nugini, Qatar, Filipina, Uni Emirat Arab, dan Timor Leste.

Dalam memastikan keamanan produk ekspor, Nasrullah menyampaikan bahwa pemerintah melalui laboratorium pengujian yang terakreditasi juga rutin melakukan sampling terkait penyakit hewan seperti AI, Newcastle Disease (ND), dan Salmonella. Ditjen PKH juga melakukan pemeriksaan residu obat dan antibiotik, serta penerapan kesejahteraan hewan di peternakan.

“Sampai dengan saat ini Indonesia memiliki 176 unit kompartemen bebas AI dari berbagai farm baik layer maupun broiler, dari jumlah tersebut yang nantinya akan bisa memasok livebird ke Singapura,” imbuhnya.

Adapun tim audit SFA telah meninjau dua perusahaan pengolahan unggas terbesar, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top