Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Pesan Makanan Online Diproyeksi Capai Rp82 Triliun,GoFood Tetap Dominasi Pasar

Nilai transaksi (GMV) GoFood tahun lalu tercatat Rp30,65 triliun atau setara 39 persen lebih dari total GMV OFD yang sebesar Rp78,4 triliun.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  18:59 WIB
Transaksi Pesan Makanan Online Diproyeksi Capai Rp82 Triliun,GoFood Tetap Dominasi Pasar
GoFood diperkirakan masih mendominasi pasar online food delivery di Indonesia. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memprediksi transaksi layanan pesan antar makanan daring alias online food delivery (OFD) dapat mencapai Rp82 triliun.

“Meski pandemi Covid-19 melandai, pemesanan makanan via layanan daring ini masih tetap diminati bahkan telah menjadi bagian hidup dari masyarakat,” ujar Bhima dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6/2022).

Adapun dominasi terhadap layanan pesan antar makanan, menurut Bhima diperkirakan akan tetap dipegang GoFood. Hal tersebut juga merujuk hasil Survei Persepsi & Perilaku Konsumsi Online Food Delivery di Indonesia oleh Tenggara Strategics (2022), GoFood disebut sebagai penguasa pasar OFD di Tanah Air.

Nilai transaksi (GMV) GoFood tahun lalu tercatat Rp30,65 triliun atau setara 39 persen lebih dari total GMV OFD yang sebesar Rp78,4 triliun. GoFood mengungguli para pesaingnya seperti ShopeeFood dengan nilai transaksi Rp26,49 triliun (34 persen), dan GrabFood Rp20,93 triliun (27 persen).

Selain itu, Bhima juga menilai bahwa GoFood masih akan memimpin pasar lantaran sejumlah keunggulan termasuk integrasi dalam ekosistem GoTo. Penetrasi akuisisi merchant baru terutama di wilayah luar Jawa, ditambahkan Bhima, dapat menjadi kunci pertumbuhan GoFood dalam masa mendatang. Dukungan ekosistem grup, khususnya dari segmen kemudahan pembayaran bakal meningkatkan daya saing GoFood dibandingkan kompetitor.

“Pemenangnya tetap GoFood, karena mereka ini early starter di Indonesia, sehingga dari jumlah merchant yang bekerja sama pun pasti akan lebih banyak dari pesaing lainnya. Selain itu, fitur pembayaran yang disediakan dalam ekosistemnya juga cukup lengkap, misalnya ada GoPaylater yang membantu konsumen saat memesan makanan dalam ekosistem GoFood. Semakin unggul fitur pembayaran platform OFD, akan makin diminati oleh masyarakat,” jelas Bhima.

Hal tersebut juga, ujar Bhima akan menjadi katalis positif terhadap pendapatan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Dia mengatakan jika dilihat dari laporan keuangan GoTo 2021, pendapatan GoTo grup disumbang dari Gojek senilai Rp 1,58 triliun atau setara 35 persen total pendapatan. Dari nilai tersebut, kontribusi GoFood diperkirakan senilai Rp 450 miliar atau mencapai 10 persen dari total pendapatan GoTo grup.

“Ke depan dengan proyeksi pertumbuhan OFD yang besar dan akuisisi merchant ke dalam ekosistem GoFood, potensi pendapatan yang disumbang GoFood ke GoTo grup juga akan semakin besar,” ungkapnya.

Sebagai catatan, segmen on-demand GoTo grup dimana pada kuartal I-2022 mencatat pertumbuhan pendapatan bruto sampai 58 persen (yoy), serta nilai transaksi bruto alias gross trasactoin value (GTV) meningkat sampai 44 persen (yoy).

Sebelumnya, Tenggara Strategics manaksir pertumbuhan OFD masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan seiring peningkatan GMV pada sektor ekonomi digital. Proyeksinya pada 2025 GMV layanan transportasi dan OFD di Indonesia bakal mencapai US$ 16,8 miliar dengan CAGR lebih dari 25 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Ojek Online GoFood
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top