Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Ramal Inflasi Inggris Mepet Dua Digit

Menurut keyakinan para ekonom, Inggris mengalami inflasi di atas 9 persen pada Mei 2022.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Juni 2022  |  19:06 WIB
Ekonom Ramal Inflasi Inggris Mepet Dua Digit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, di sela/sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26, di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, pada Senin, 1 November 2021 / BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Inflasi di Inggris pada Mei 2022 diprediksi akan melampaui 9 persen. Jika benar terjadi, situasi ini pun berpotensi menambah ancaman kenaikan suku bunga acuan yang lebih cepat oleh Bank of England (BOE).

Dilansir Bloomberg Minggu (19/6/2022), menurut median dari prediksi untuk inflasi para ekonom, inflasi akan menyentuh 9,1 persen. Ekonom Natixis SA bahkan memprediksi inflasi akan mencapai 10 persen.

Sementara itu, BOE memperhitungkan inflasi akan sedikit di atas 11 persen pada Oktober mendatang.

Sebelumnya, Gubernur BOE Andrew Bailey mengatakan akan menaikkan suku bunga untuk lima pertemuan berturut-turut sebesa 25 basis poin.

Dia juga menunjukkan sinyal bahwa kenaikan yang lebih besar dapat terjadi jika diperlukan untuk mengendalikan inflasi.

BOE turut memperingatkan ekonomi mungkin akan mengalami kontraksi pada kuartal kedua. Prediksi ekonom menunjukkan penjualan ritel akan terperosok hingga 0,7 persen pada Mei.

Namun, survei pembelian manajer menunjukkan perlambatan lebih lanjut baik di sektor manufaktur dan jasa.

"Mengerikan, kepercayaan konsumen Inggris sekarang di bawah level yang terlihat selama krisis keuangan global, lockdown Covid-19 dan resesi pada 1980-an dan 1990-an," ujar analis Bloomberg Economics.

Memburuknya kondisi ekonomi ini akan memanaskan debat politik tentang apakah administrasi Perdana Menteri Boris Johnson sudah berupaya untuk mendinginkan krisis biaya hidup.

Sementara itu, harga gas di Inggris telah melonjak hingga 50 persen pada pekan lalu. Hal itu terdampak dari pemangkasan gas Rusia ke kawasan Eropa, meskipun Inggris hanya mengimpor 4 persen gasnya dari Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global Inflasi inggris
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top