Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indikator Stabilitas Rupiah Pekan Ini: Kurs Melemah, Inflasi 0,43 Persen

Pada pekan ini, nilai tukar rupiah tercatat melemah ke 14.824 dan terjadi kenaikan inflasi, dengan cabai sebagai penyumbang tertinggi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 18 Juni 2022  |  00:14 WIB
Indikator Stabilitas Rupiah Pekan Ini: Kurs Melemah, Inflasi 0,43 Persen
Uang dolar dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (26/4/2022) Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah tercatat melemah dan inflasi naik 0,43 persen (month-to-month/MtM) pada penutupan pekan ketiga Juni 2022.
 
Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau pemulihan ekonomi nasional yang berlangsung. Indikator stabilitas nilai Rupiah pun dicermati secara periodik.
BI memantau nilai tukar dan inflasi sebagai indikator stabilitas Rupiah setiap pekannya. Berikut perkembangan indikatornya pada pekan ini:

Perkembangan Nilai Tukar 13—17 Juni 2022

Pada akhir Kamis (16/6/2022):
  1. Rupiah ditutup melemah di level (bid) Rp14.765 per dolar AS.
  2. Yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun naik di 7,36 persen.
  3. DXY melemah ke level 103,63.
  4. Yield US Treasury (UST) Note 10 tahun naik ke level 3,195 persen.
Pada pagi hari Jumat (17/6/2022):
  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.820 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun naik di level 7,39 persen
Aliran Modal Asing (Pekan III Juni 2022):
  1. Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke level 137,03 bps per 16 Juni 2022 dari 117,31 bps per 10 Juni 2022.
  2. Berdasarkan data transaksi 13 Juni—16 Juni 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp7,34 triliun, terdiri dari jual neto di pasar SBN senilai Rp6,75 triliun dan jual neto di pasar saham senilai Rp0,59 triliun.
  3. Berdasarkan data setelmen sampai dengan 16 Juni 2022 (year-to-date/YtD), nonresiden jual neto Rp96,49 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp70 triliun di pasar saham. 

Perkembangan Inflasi 

  1. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada pekan III Juni 2022, perkembangan inflasi sampai dengan pekan ketiga Juni 2022 diperkirakan sebesar 0,43 persen (month-to-month/MtM). 
  2. Penyumbang utama inflasi Juni 2022 sampai dengan pekan III yaitu cabai merah senilai 0,14 persen (MtM), cabai rawit 0,10 persen (MtM), bawang merah sebesar 0,06 persen (MtM), telur ayam ras 0,05 persen (MtM), tomat 0,03 persen (MtM), serta bayam dan air kemasan masing-masing 0,02 persen (MtM). 
  3. Komoditas yang menyumbang deflasi pada periode ini yaitu minyak goreng 0,05 persen (MtM), angkutan antar kota dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,03 persen (MtM), serta daging sapi, bawang putih, udang basah, dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen (MtM).
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," ujar Erwin pada Jumat (17/6/2022) malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia Rupiah Inflasi nilai tukar rupiah
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top