Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Iduladha dan Cegah PMK, ID Food Distribusi Ternak Sehat dan Impor Daging dari Brasil

Untuk menjaga ketersediaan stok ternak jelang Iduladha, anggota Holding Pangan Berdikari melakukan pendistribusian ternak dengan bantuan tol laut yang digagas Kementerian Perhubungan dan sinergi dengan Badan Pangan Nasional.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 17 Juni 2022  |  14:31 WIB
Jelang Iduladha dan Cegah PMK, ID Food Distribusi Ternak Sehat  dan Impor Daging dari Brasil
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan sapi di salah satu lokasi peternakan di Periuk, Kota Tangerang, Banten, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA- Menjelang Iduladha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau Holding Pangan ID Food melakukan beberapa langkah untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah itu antara lain pendistribusian hewan ternak sehat dan impor daging dari Brasil.

Direktur Utama PT Berdikari Harry Warganegara menyampaikan bahwa untuk menjaga ketersediaan stok ternak jelang Iduladha, anggota Holding Pangan Berdikari melakukan pendistribusian ternak dengan bantuan tol laut yang digagas Kementerian Perhubungan dan sinergi dengan Badan Pangan Nasional.

Saat ini, Berdikari memiliki stok hewan ternak 1.464 ekor sapi yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Menurutnya, Berdikari telah bekerjasama dengan Balai Karantina Hewan (BKH) untuk mencegah penyebaran saat mobilisasi sapi.

“Pada Juni ini, Berdikari melakukan importasi daging sapi beku asal Brasil di mana sampai dengan Juni ini akan masuk sebanyak 4.250 ton. Adapun Berdikari telah melakukan pemesanan sebanyak 9.092 ton daging beku boneless,” ujar Harry dalam siaran persnya, Jumat (17/6/2022).

Menurut dia, daging yang sebelumnya tiba telah dinyatakan aman dari PMK setelah melalui pemeriksaan terhadap virus PMK oleh Pusat Veteriner Farma Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI.

“Kami pastikan semua daging sapi yang didistribusikan oleh Berdikari sehat dan aman,” ungkap Harry.

Harry berharap langkah tersebut dapat membantu pemerataan hewan ternak sehat yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan kurban di hari Iduladha

Direktur Utama ID Food Frans M. Tambunan mengatakan langkah - langkah strategis tersebut secara intensif dilakukan melalui anggota holding PT Berdikari yang bergerak di bidang peternakan.

Selain itu, Ia mengatakan, pihaknya juga telah meningkatkan pengawasan dan monitoring serta sosialisasi pencegahan kepada seluruh mitra ID Food Group, seperti Asosiasi Pedagang dan Mitra Peternak.

“Pencegahan PMK kami lakukan sedari dini, beberapa diantaranya dengan tidak memasukan ternak dari wilayah terdampak PMK, serta menggandeng BKH untuk melakukan tindakan karantina/monitoring/isolasi pemisahan terhadap ternak yang baru dibeli atau datang ke lokasi kandang,” ujarnya.

Saat ini, perusahaan juga membatasi kegiatan kunjungan dinas (instansi lain) ke kandang sapi dan domba, serta menerapkan prosedur biosecurity yang ketat di kawasan peternakan PT Berdikari. “Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap ternak hidup. Apabila memiliki gejala terindikasi PMK, segera dilakukan prosedur isolasi, proses pengetatan terhadap biosecurity kandang ditingkatkan, baik untuk petugas perlengkapan dan termasuk pakan ternak,” ungkapnya.

Frans menambahkan, tenaga kesehatan hewan selalu tersedia di fasilitas kandang Berdikari untuk melakukan diagnosa terhadap hewan yang sakit. Apabila menunjukkan gejala spesifik PMK, akan segera dilaporkan kepada Manajemen Berdikari dan Dinas Peternakan wilayah setempat.

Selanjutnya, dilakukan prosedur pemisahan peralatan penanganan ternak sakit dan ternak sehat (pakaian, sepatu boot, dan perlengkapan lainnya), serta mengupayakan vaksin terhadap ternak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top