Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementan Laporkan Stok Hewan Kurban Surplus Hampir 400.000 Ekor

Kementerian Pertanian memastikan stok kebutuhan hewan kurban, baik sapi, kerbau, kambing, dan domba aman meskipun di tengah kecamuk wabah PMK.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  19:19 WIB
Kementan Laporkan Stok Hewan Kurban Surplus Hampir 400.000 Ekor
Dokter hewan dari Pusat Veteriner Farma (Putvetma) Surabaya menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi di kandang kawasan Taman, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri menyampaikan stok hewan kurban diperkirakan surplus sebanyak 391.258 ekor.

Berdasarkan data neraca ketersediaan hewan kurban per 10 Juni 2022 yang diolah oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, tercatat stok sapi saat ini 882.266 ekor, kerbau, 27.179 ekor, kambing 952.390 ekor, dan domba 403.825.

Secara total, stok khusus hewan kurban sebanyak 2.205.660 ekor. Sementara data kebutuhan hewan kurban sampai dengan hari ini sebesar 1.814.402 ekor.

“Untuk diketahui, permintaan hewan kurban tahun ini terjadi peningkatan sebesar 11 sampai 13 persen dibandingkan tahun 2021,” jelas Kuntoro dalam keterangan pers Update Perkembangan Penanganan PMK di Indonesia, Selasa (14/06/2022).

Meski beberapa provinsi tercatat defisit akibat penyakit mulut dan kuku (PMK), hewan kurban akan dipenuhi dari provinsi yang berlebih. Upaya itu dilakukan melalui rekayasa lalu lintas hewan kurban, baik melalui jalur darat dalam satu pulau maupun jalur laut melalui pintu masuk atau pelabuhan daerah hijau.

“Sebagai contoh, kementan telah melakukan perubahan cara distribusi ternak dari NTT dan NTB yang biasanya menggunakan truk melalui Jawa Timur diubah menggunakan tol laut,” ujar Kuntoro.

Sampai saat ini melalui tol laut, telah diangkut lebih dari 9.000 ekor sapi dari NTT dan NTB ke Pelabuhan Tanjung Priok. “Perlu dipahami, Kementan berkomitmen untuk tidak menghambat dan tidak menyulitkan pergerakan dan pasokan hewan ternak, khususnya menyambut Iduladha 1443 Hijriah,” tegas Kuntoro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternakan ternak peternakan sapi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top