Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SantriPreneur, BUMN Latih 26 Pesantren di Jawa Timur

Program bisnis terapan (Vokasi) PesantrenPreneur bagi 26 Pondok Pesantren di Jawa Timur dan Bantuan untuk Masyarakat Madura tersebut melibatkan sebanyak 42 BUMN.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  20:13 WIB
SantriPreneur, BUMN Latih 26 Pesantren di Jawa Timur
BUMN melatih 26 Santri di Jawa Timur./ilustrasi - PBNU

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong pendidikan vokasi dilaksanakan di Pesantren. Pendidikan vokasi dilaksanakan di 26 Pondok Pesantren di Jawa Timur.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Pondok Pesantren merupakan salah satu pondasi utama kemajuan ekonomi umat. Oleh karena itu, BUMN terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di ponpes yang penting bagi kemajuan peradaban dan perekonomian Indonesia.

Kegiatan berupa program bisnis terapan (Vokasi) PesantrenPreneur bagi 26 Pondok Pesantren di Jawa Timur dan Bantuan untuk Masyarakat Madura tersebut melibatkan sebanyak 42 BUMN.

"Pondok pesantren sangat penting bagi perekonomian nasional, maka BUMN terus mendorong agar pendidikan di ponpes terus dikembangkan sehingga tak hanya membangkitkan ekonomi umat, tapi juga ekonomi kerakyatan," ujarnya, dikutip Senin (13/6/2022).

Program yang diinisiasi Kementerian BUMN ini diawali dengan kegiatan Training of Trainer (ToT) PesantrenPreneur 2022 yang diikuti sebanyak 78 guru pengasuh.

TOT merupakan kegiatan pelatihan bagi para guru pengasuh untuk meningkatkan kualitas hard skill sebagai bekal ilmu dan pengalaman untuk diajarkan kepada para santri di Pondok Pesantren.

Materi yang diajarkan meliputi, teknologi dan rekayasa, teknologi dan informasi, kesehatan, agrobisnis, perikanan, agroteknologi, bisnis dan manajemen serta tata rias dan tata boga.

"Saya ingin membangun kemandirian pesantren dan meningkatkan keterampilan santri agar memiliki jiwa kewirausahaan, dapat melihat peluang usaha, memanfaatkan jaringan untuk berkolaborasi, dan menerapkan teknologi berbasis digital," lanjutnya.

Menurutnya, keuntungan itu tentunya diberikan kepada negara agar dapat terus menggelar program yang pro rakyat seperti vaksin gratis saat Covid, pengobatan gratis, subsidi BBM.

“BUMN yang dahulu untung Rp13 triliun, setelah 2 tahun, para direksi, komisaris dan seluruh yang ada di Kementerian BUMN berupaya bersih diri, bekerja secara transparan, profesional, hasilnya kini untung BUMN mencapai Rp126 triliun,” kata Erick Thohir.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turut serta dalam program yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN ini diawali dengan kegiatan Training of Trainer (ToT) Pesantrenpreneur 2022.

ToT merupakan kegiatan pelatihan kepada pengasuh dan guru pesantren untuk meningkatkan kualitas hard skill sebagai bekal ilmu dan pengalaman untuk diajarkan kepada santri di pondok pesantren.

Materi yang diajarkan pada pelatihan adalah Teknologi dan Rekayasa, Teknologi dan Informasi, Kesehatan, Agrobisnis, Perikanan dan Agroteknologi, Bisnis dan Manajemen serta Tata Rias dan Tata Boga.

Direktur SDM dan Umum Semen Indonesia Agung Wiharto menjelaskan melalui program bisnis terapan ini, perseroan berupaya membangun kemandirian pesantren dan meningkatkan keterampilan santri agar memiliki jiwa kewirausahaan, jeli melihat peluang usaha, memanfaatkan jaringan berkolaborasi, dan menerapkan teknologi berbasis digital.

Selain kegiatan pelatihan, Semen Indonesia, PLN dan Pelindo melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, tentang Pendampingan Implementasi Pendidikan Bisnis Terapan bagi pondok pesantren di Jawa Timur.

Pendampingan dilakukan selama 1 tahun ke depan, dengan harapan usaha yang dijalankan pondok pesantren dapat berkembang dan mampu bersaing.

Semen Indonesia bersama 31 BUMN memberikan bantuan program ToT Pesantrenpreuneur berupa 52 alat pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk 26 pesantren di Jawa Timur dan memberikan santunan kepada 31 anak yatim dan 5 anak disabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen indonesia BUMN kementerian bumn
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top