Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Industri Baterai Kendaraan Listrik di Batang Tembus Rp142 Triliun

Nilai proyek investasi industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  20:15 WIB
Investasi Industri Baterai Kendaraan Listrik di Batang Tembus Rp142 Triliun
(dari kiri ke kanan) Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo dan Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia Park Tae-sung menyambut kedatangan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Presiden Joko Widodo dalam seremoni Implementasi Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6/2022). - Kementerian Investasi.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan, total nilai proyek investasi industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.

"Hari ini sudah kita lakukan tahap kedua, dimana [total] investasi sebesar US$9,8 miliar," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam seremoni Implementasi Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kabupaten Batang, Rabu (8/6/2022).

Apabila pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi tersebut telah terlaksana seluruhnya, investasi hilirisasi yang dilakukan oleh LG akan memberikan nilai tambah sebesar US$5,18 miliar dan akan menyerap hingga 20.000 tenaga kerja Indonesia khusus untuk pabrik baterai kendaraan listrik.

Proyek investasi industri baterai listrik terintegrasi tersebut dimulai dari pertambangan dan peleburan (smelter) nikel yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara hingga industri pemurnian (refinery), industri prekursor dan katoda, serta perluasan industri sel baterai yang akan dibangun di KIT Batang, Jawa Tengah, hingga industri daur ulang baterai listriknya.

Kepada Presiden Joko Widodo, perwakilan LG menyampaikan, tambang nikel yang berada di Halmahera rencananya akan memproduksi 16 juta metrik ton dalam satu tahun dengan total nilai investasi kurang lebih US$300 juta.

Bijih nikel tersebut nantinya akan dibawa ke Batang untuk proses pemurnian.

"Untuk nilai investasi pembangunan pabrik industri, totalnya US$3,5 miliar," kata perwakilan LG.

Adapun implementasi tahap pertama proyek industri baterai listrik terintegrasi sebelumnya telah terwujud melalui groundbreaking pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat pada September 2021 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm Kendaraan Listrik Baterai Mobil Listrik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top