Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wawancara Dubes: Menilik Peluang Investasi di Kazakhstan

Indonesia telah menjalin hubungan ekonomi dan politik yang erat selama 29 tahun dengan Kazakhstan. Namun rupanya masih banyak potensi kerja sama ekonomi yang belum banyak dieksplorasi.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  18:27 WIB
Wawancara Dubes: Menilik Peluang Investasi di Kazakhstan
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov saat mengunjungi Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (7/6/2022). - Bisnis/Fanny Kusumawardhani\\r\\n

Bisnis.com, Jakarta — Kerja sama antara Kazakhstan dan Indonesia belum tereksplorasi sepenuhnya. Kendati terpisah oleh jarak yang jauh, Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov meyakini ada potensi besar yang menguntungkan bagi kedua negara.

Menurutnya, kerja sama ekonomi akan menjadi fokus untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan jaringan business to business. Hal itu diungkapkan oleh Dubes Sarekenov bersama Second Secretary/Kepala Seksi Ekonomi Kedutaan Besar Kazakahstan untuk Indonesia Bauyrzhan Zhaparov saat kunjungan ke redaksi Bisnis.com pada Selasa (7/6/2022). Berikut adalah petikan wawancaranya.

Bagaimana perkembangan hubungan bilateral antara Kazakhstan dengan Indonesia yang memasuki tahun ke-29?

Kita sudah membangun hubungan politik dan ekonomi yang sangat kuat, tetapi masih ada potensi yang sangat besar untuk pembangunan yang lebih jauh. Kami ingin menyampaikan pesan ini kepada para pemimpin dan kalangan bisnis di Indonesia karena kesempatan yang ada sangat besar bagi dua negara.

Kazakhstan adalah ekonomi terbesar di Asia Tengah  dan Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Meskipun ada jarak yang sangat jauh, tetapi kami masih meyakini banyak kesempatan untuk dunia bisnis.

Kazakhstan sebagai anggota dari Komisi Eurasia, ini adalah pasar yang sangat besar dengan populasi sebesar 180 juta jiwa. Kazakhstan adalah salah satu negara terdepan di Uni Eurasia ini, bersama dengan Rusia, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.

Sekitar 2 pekan lalu para pemimpin [Eurasia] mereka memulai negosiasi dengan Indonesia untuk kesepakatan perdagangan bebas [FTA] yang akan menjadi kesempatan yang bagus bagi Indonesia untuk mendapatkan akses pada pasar baru dan sangat besar.

Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia berminat untuk menandatangani FTA dengan Uni Eurasia dan Indonesia juga berharap untuk membuka pasar baru untuk bisnis mereka. Kazakhstan sebagai ekonomi terbesar di Asia Tengah dapat menjadi jantung ekonomi bagi kalangan bisnis Indonesia.


Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov berbincang dengan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin saat mengunjungi Wisma Bisnis Indonesia, Selasa (7/6/2022). /Bisnis-Fanny Kusumawardhani

Apa sektor utama pada pusat bisnis di Kazakhstan?

Ada beberapa sektor yang kami rasa menarik bagi kalangan bisnis Indonesia, seperti minyak dan gas, pertambangan, dan industri pemrosesan. Perusahaan Indonesia cukup berpengalaman di bidang pertambangan. Kami sudah bertemu dengan beberapa perwakilan bisnis seperti Kadin dan ada beberapa perusahaan yang tertarik datang ke Kazakhstan untuk mengeksplorasi seluruh peluang ini. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mempromosikan perdagangan bilateral. 

Apakah Kazakhstan sudah menyepakati FTA dengan negara lain?

Ya, dengan Vietnam sudah agak lama, mungkin 10 tahun yang lalu dan Singapura baru setahun yang lalu. Kami pikir FTA akan memberikan keuntungan yang lebih banyak kepada para pebisnis, baik dalam perdagangan bilateral, maupun kerja sama investasi. 

Bagaimana perkembangan volume perdagangan antara Kazakhstan dan RI?

Volume perdagangan kedua negara tumbuh mencapai US$174,2 juta pada tahun lalu dengan pertumbuhan lebih dari 100 persen. Namun, pada pandemi, volume perdagangan bilateral kami turun drastis.

Volume pada Januari–Maret 2022 perdagangan bilateral meningkat 210 persen menjadi US$118 juta. Jadi potensinya sangat besar. 

Bagaimana perkembangan energi terbarukan di Kazakhstan?

Ya, kami telah mengembangkan panel surya, hidro, dan sedang ada diskusi untuk pengembangan pembangkit listrik bertenaga nuklir. Kami siap untuk memasok energi. Isu paling sensitif adalah soal energi. Berapa biaya yang mereka keluarkan dan pajak apa yang harus dibayar. Maka itu masih dalam proses. 

Apa harapan Anda terkait kerja sama RI–Kazakhstan?

Saya berharap Kazakhstan bisa menjadi jantung bagi perusahaan Indonesia dan bisa membantu perusahaan asal Indonesia untuk mendapatkan akses tidak hanya ke pasar Kazakhstan, tetapi juga Asia Tengah dan ekonomi Eurasia dan bahkan mungkin lebih jauh lagi sampai ke Eropa Timur.

Kami tengah memikirkan untuk membangun pusat logistik yang dapat dimanfaatkan perusahaan Indonesia untuk mengirim produk mereka ke negara kami, Asia Tengah, Eropa Timur, dan lainnya.

Kami ingin meningkatkan [kepercayaan] investor, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berinvestasi, berdagang, menambah jaringan bisnis dengan Indonesia. Kami juga ingin [memfasilitasi] akses pasar baru karena Pemerintah Indonesia juga menginginkan negaranya tidak hanya bergantung dengan pasar tradisional seperti Amerika Serikat atau China. Mereka ingin mendiversifikasi mitra perdagangan.

Ini tentu saja tidak akan menjadi hal yang bagus bagi kami, tetapi juga mencari apa yang terbaik bagi pelaku usaha Indonesia.

Kami sudah menangani banyak bisnis dengan Indonesia, misalnya pengiriman makanan laut ke Kazakhstan dan negara tetangganya, seperti Eropa Timur. Untuk saat ini pengiriman hanya bisa dilakukan dengan kargo. Maka kami sedang memikirkan bagaimana 

Bagaimana kontribusi Indonesia terhadap pariwisata Kazakhstan?

Kami mulai memikirkan adanya penerbangan langsung ke Kazakhstan. Apalagi, banyaknya jumlah jemaah umrah dan haji yang hendak datang ke Arab Saudi. Beberapa dari mereka ingin mengunjungi negara lainnya, seperti Turki atau Qatar. Maka, kami pikir, kenapa tidak berkunjung ke Kazakhstan. Bayangkan saja, 1 persen saja [dari total jemaah] yang mungkin bisa mencapai 1 juta orang mengunjungi Kazakhstan, kami bisa [melayani] satu penerbangan dalam sepekan.

Saat ini, rute menuju Kazakhstan [dari Indonesia] harus melalui Turki. Namun, jika penerbangan langsung dibuka, misalkan dari Bali, maka kami bisa meningkatkan promosi pariwisata. Bali sangat populer bagi masyarakat Kazakhstan.

Kazakhstan adalah negara yang sangat besar dengan lanskap yang berbeda di setiap daerahnya, terdapat pegunungan, danau, dan lainnya yang sangat menarik untuk ekowisata. Kami juga memiliki budaya tradisional seperti berburu dengan elang yang sangat populer.

Dengan kesamaan karakter sebagai negara dengan jumlah populasi muslim yang besar, bagaimana potensi industri halal bagi Kazakhstan?

Ada potensi untuk hubungan bilateral, Indonesia bisa membagikan pengalamannya di industri halal di berbagai produk, yang tidak hanya terdiri dari makanan, tetapi juga kosmetika, obat-obatan, dan produk yang berbasis syariah. Ada permintaan yang besar di Kazakhstan, tidak hanya pada produk halal, tetapi juga keuangan syariah. Ini bisa menjadi bagian lain yang memiliki potensi kerja sama.

Di Nur Sultan, Astana Internasional Financial Centre yang menjadi pilar dalam pengembangan keuangan syariah di Kazakhstan. Beberapa perbankan dari Indonesia juga sudah menunjukkan ketertarikannya kepada Kazakhstan, seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BRIS Kami berharap mereka bisa berkunjung ke negara kami segera.

Selain itu, fintech juga cukup menarik karena di Indonesia sendiri sangat populer. Mungkin kami akan mengupayakan mengajak pelaku fintech untuk datang ke Kazakhstan. Untuk itu sangat penting mempertemukan para profesional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

duta besar kazakhstan Daniyar Sarekenov
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top