Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati Pangkep Surati Menhub, Minta Tambah Rute Pelayaran

Tambahan rute KM Sanus 85 dari PT Pelni didasari oleh permintaan Bupati Pangkajene dan Kepulauan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  07:10 WIB
Bupati Pangkep Surati Menhub, Minta Tambah Rute Pelayaran
KM Kelud milik Pelni nampak dari atas ketika sandar di Lombok. - Dok. PT Pelni

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mulai menambah rute pelayaran tambahan oleh KM Sabuk Nusantara 85 atau KM Sanus 85 ke wilayah Pangkajene dan Kepulauan atau Pangkep, Sulawesi Selatan, mulai Minggu (5/6/2022).

Penambahan rute berawal dari permintaan pemerintah daerah setempat kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pelayaran perdana KM Sanus 85 yang dimulai hari ini berangkat dari Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Adapun, penambahan rute pelayaran tersebut merupakan penugasan dari Kementerian Perhubungan kepada Pelni guna melayani masyarakat setempat dan menumbuhkan sektor perekonomian di wilayah kepulauan khususnya tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan atau 3TP.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni Yahya Kuncoro menyebut tambahan rute KM Sanus 85 awalnya didasari oleh permintaan Bupati Pangkajene dan Kepulauan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Permintaan tersebut dijawab oleh Kementerian Perhubungan dengan menambahkan rute tambahan KM Sanus 85, yang tadinya hanya menyinggahi 15 pelabuhan dalam satu trip. Diharapkan kehadiran KM Sanus 85 dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menghadirkan pelayaran yang aman dan mendorong perekonomian setempat," ucap Yahya, dikutip dari siaran pers, Minggu (5/6/2022).

Mulai hari ini, rute pelayaran KM Sanus 85 yakni Makassar-Macini Baji-Dewakang Lampo-Kalukalukuang-P.Pammantawang-Kalukalukuang-Dewakang Lampo-Maccini Baji-Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP).

Sebelumnya, KM Sanus 85 hanya melayani rute Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP).  

Yahya menyebut Bupati Pangkajene dan Kepulauan menyurati Menhub terkait dengan layanan transportasi laut di wilayahnya yang kurang memadai. Dalam surat tersebut, Bupati Pangkajene dan Kepulauan menceritakan bahwa transportasi laut di wilayahnya hanya dilayani oleh satu kapal perintis, KM Sanus 66, dengan waktu tunggu kedatangan per 10 hari.

Dengan demikian, aktivitas masyarakat Pangkajene dan Kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut hanya memiliki pilihan yang terbatas.

"Untuk itu kehadiran KM Sanus 85 yang dioperatori oleh Pelni diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat atas armada transportasi yang reguler dan terjadwal. Dan terutama, mengutamakan keselamatan penumpangnya," tambah Yahya.

Selain itu, nantinya Pelni akan mengoptimalkan jadwal operasi KM Sanus 66 dan KM Sanus 85. Yahya menyebut dengan mengoperasikan dua kapal perintis tersebut, maka waktu tunggu kapal bisa diusahakan turun dari 10 hari menjadi satu minggu (7 hari) sekali.

"Semoga ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat," ujar Yahya.

Adapun, kapal perintis merupakan kapal milik Kemenhub yang dioperasikan oleh PT Pelni sejak 2015. Saat ini, Pelni mengelola 44 kapal perintis yang tersebar di berbagai wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan, serta menyinggahi 281 pelabuhan dengan total 3.695 ruas.  

BUMN bidang transportasi laut itu saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang, menyinggahi 76 pelabuhan, serta melayani 1.058 ruas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub pelayaran pelni
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top