Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Rumah Seken Merangkak Naik, Bagaimana Minat Pasar?

Harga rumah secondary atau rumah seken pada 2022 diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 3-5 persen jika dibandingkan tahun lalu.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 30 Mei 2022  |  15:30 WIB
Harga Rumah Seken Merangkak Naik, Bagaimana Minat Pasar?
Ilustrasi kompleks perumahan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Harga rumah secondary atau rumah seken pada 2022 diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 3-5 persen jika dibandingkan tahun lalu. Kenaikan dipicu tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan rumah seken di pasar properti.

Panangian Simanungkalit, Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) mengatakan kenaikan harga rumah seken pada tahun ini akan stabil di angka 3-5 persen.

"Jadi kenaikan harga rumah seken 3 - 5 persen dibandingkan tahun lalu, itu adalah tanda-tanda bahwa mulai terbatasnya pasokan rumah seken pada saat ini," kata Panangian kepada Bisnis, Senin (30/5/2022).

Meski harga rumah seken diprediksi naik tahun ini, tapi dia menyebut permintaan pasar tidak akan terpengaruh terhadap kenaikan harga tersebut.

"Pola permintaan dan penawaran pada pasar rumah seken berbeda dengan rumah baru, walaupun dalam kondisi perekonomian yang ekstrem, di antara kedua pasar tersebut bisa saling memengaruhi. Contohnya dari sisi pasokan. Pasokan pada pasar rumah seken ditentukan oleh siklus sosial ekonomi keluarga seperti usia senja, masa pensiun, perceraian dan kematian. Semakin banyak kasus diatas ini, maka semakin besar penawarannya di pasar," ujarnya.

Adapun, untuk prediksi permintaan rumah baru, dia mengatakan akan dipengaruhi oleh kondisi perekonomian hingga tingkat suku bunga.

"Kalau rumah baru, ditentukan oleh faktor-faktor produksi seperti perekonomian, harga tanah/bahan bangunan, perijinan, tingkat suku bunga, dan pajak," jelasnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, Panangian memproyeksikan pertumbuhan harga rumah seken akan stabil di angka 3 - 5 persen.

"Karena perekonomian Indononesia sedang meningkat tahun ini hingga mencapai 5 - 5,5 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 3,69 persen, maka diperkirakan pertumbuhan harga rumah seken pada tahun ini hingga benerapa tahun kedepan akan stabil di angka 3-5 persen," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti bisnis properti penjualan properti harga rumah rumah sekunder
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top