Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arief Yahya: Transformasi Digital jadi Kunci Kemenangan Persaingan Usaha

Di Indonesia, perusahaan transportasi dengan valuasi terbesar bukan badan usaha penerbangan pelat merah. Melainkan Gojek dengan valuasi Rp300 triliun  sebagai perusahaan ride hailing yang tidak punya moda transportasi, namun digital company.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  17:18 WIB
Salah satu penetrasi digital ke dalam bisnis konvensional adalah tren sektor logistik. Misalnya, Shipper yang fokus bermain di dunia ekonomi digital Indonesia yang berkembang dengan menyelaraskan ekosistem logistik melalui teknologi, data, dan standar.  - Shipper Indonesia
Salah satu penetrasi digital ke dalam bisnis konvensional adalah tren sektor logistik. Misalnya, Shipper yang fokus bermain di dunia ekonomi digital Indonesia yang berkembang dengan menyelaraskan ekosistem logistik melalui teknologi, data, dan standar. - Shipper Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Menteri Pariwisata periode 2014-2015 yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran (Unpad) Arief Yahya melihat kebutuhan transformasi untuk memenangkan persaingan di dunia usaha.

Menurut Arief Yahya, transformasi BUMN membutuhkan transformational leadership. Pengusaha membutuhkan pemahaman mengenai tantangan terbaru yang dihadapi dan berbagai inovasi yang dilakukan untuk menghadapi tantangan.

Arief mengambil contoh lima perusahaan dengan market cap terbesar di dunia, berasal dari digital company. Misal di Indonesia, perusahaan transportasi dengan valuasi terbesar bukan badan usaha penerbangan pelat merah. Melainkan Gojek dengan valuasi Rp300 triliun  sebagai perusahaan ride hailing yang tidak punya moda transportasi, namun digital company.

“Saat ini digital company juga berlomba-lomba untuk menjadi super-app. Mudah ditebak, Bukalapak dan Grab akan bergabung, poinnya adalah platform value,” kata Arief pada Studium Generale dalam rangkaian Rakernas Indonesia Marketing Association (IMA) di Unpad Dipati Ukur, Bandung, Jumat (27/52022).

Tantangan yang dihadapi memang sangat banyak. Karena itu dibutuhkan pemetaan tantangan, seperti pemetaan digital vortex yang membandingkan misal dampak digitalisasi ke berbagai industri.

Dalam dunia usaha dibutuhkan leadership capability untuk mengambil keputusan yang tepat terkait customer value, experience value, dan platform value.

Leadership capability harus mencakup kemampuan seperti intelektualitas, profesionalitas, professional values, thinking, dan heart atau empati seperti emotionality, personal values, feelings.

“Bagaimana leaders itu menerapkan kemampuan tersebut? Leaders itu berfokus ke orang atau SDM, sementara managers berfokus ke bisnis. Kenapa mesti berpikir orang atau SDM? Karena itu yang akan digunakan mengarahkan para manajer agar bisnisnya bisa menjadi pemenang di kategorinya,” ungkap Arief.

Itulah yang kemudian digunakan oleh agile leaders, lanjut Arief. Mengacu pada model yang dikembangkan IMD, salah satu sekolah MBA terkenal di dunia, agile leaders mesti punya HAVE (Humble, Adaptable, Visionary, dan Engaged) dan DBA (Digital Business Ability).

Dengan kata lain, saat ini Indonesia butuh lebih banyak SDM yang dapat menjadi agile leaders agar tidak kalah persaingan di dunia yang semakin serba digital.

Menutup pidatonya, Arief yang pernah menjabat CEO PT Telkom Indonesia menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk memenangkan persaingan di dunia usaha saat ini yakni dengan tranformasi digital.

“Tidak ada pilihan lain kecuali perusahaan saat ini melakukan transformasi digital, otherwise tidak bisa memenangkan persaingan,” tutup Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arief yahya digital digitalisasi transformasi digital Gojek ekonomi digital
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top