Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirut MRT Jakarta Terinspirasi Inggris dalam Proyek Fase 3 dan 4

MRT Jakarta menilai langkah Inggris dalam mewujudkan Elizabeth Line menjadi alasan kuat penerapan skema konsorsium untuk fase 3 dan 4.
Dany Saputra & Maria Y. Benyamin
Dany Saputra & Maria Y. Benyamin - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  20:35 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar memberikan pemaparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar memberikan pemaparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) melihat keberhasilan Inggris dalam mewujudkan Elizabeth Line sebagai alasan kuat penerapan skema konsorsium untuk proyek MRT Fase 3 dan 4.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan jalur kereta api di London yang disebut sebagai proyek infrastruktur terbesar di Eropa. Inggris berhasil membangun megaproyek itu lewat pendekatan konsorsium, didukung oleh adanya Undang-Undang.

“Jadi, minimal harus ada Peraturan Presiden untuk memperkuat tekanan dari pemerintah pusat mengingat proyek tersebut melibatkan kepentingan masyarakat,” kata William, Selasa (24/5/2022).

MRT, lanjut William, siap menjadi pemimpin konsorsium. “Usul kami, untuk Fase 3 misalnya [Rp160 triliun] kita bagi dua. 60 persen lewat pinjaman konsorsium dengan garansi pemerintah dan 40 persen pakai danai swasta.”

Menurutnya, langkah itu juga dapat mengikis beban anggaran pemerintah di tengah kebutuhan anggaran yang tinggi dalam membangun Ibu Kota Negara.

Dia mencontohkan pembangunan proyek MRT Fase 3. Untuk Fase 3 dengan total jarak 87 kilometer, dana yang dibutuhkan mencapai Rp160 triliun atau setara dengan 10 kali lipat pendanaan Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) yang sebesar Rp16 triliun.

Pendanaan Fase 1 dan 2 bersumber dari pinjaman Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), yakni sebesar 51 persen ditanggung oleh APBD DKI Jakarta dan 49 persen ditanggung oleh APBN.

Dalam catatan Bisnis.com, pendekatan konsorsium dalam mendanai proyek infrastruktur di Tanah Air bukan hal yang baru.

Pembangunan proyek kereta Jakarta-Bandung dilakukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan konsorsium perusahaan perkeretaapian China melalui Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

Begitu pula dengan pembangunan jalan tol Trans Sumatra yang melibatkan konsorsium BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt inggris proyek mrt pt mrt jakarta
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top