Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! REI Sebut Pembangunan Rumah MBR Melambat Imbas Pandemi

Pembangunan rumah bagi MBR pada tahun ini diperkirakan hanya 200.000 rumah atau di bawah target awal yang ditetapkan karena terkendala pandemi Covid-19.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  18:20 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan bahwa pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melambat akibat pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Totok dan sejumlah pengurus DPP REI lainnya saat menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

"Memang sebelum pandemi kita sudah merencanakan perumahan MBR itu di angka 300 ribu, tapi karena ada pandemi, kita memang turunkan target, dan sampai dengan yang tahun ini kita sudah mencapai 150 ribu rumah, jadi target 200 ribu rumah dalam 1-2 bulan ini akan terselesaikan," kata Totok, Selasa (24/5/2022).

Akibat pandemi Covid-19, REI yang sebelumnya menargetkan pembangunan 550.000 - 600.0000 rumah, di mana setengahnya diperuntukkan bagi MBR pada awal tahun 2022, menurunkan target pembangunannya menjadi hanya 400.000 rumah saja. Adapun, alokasi rumah bagi MBR tetap sebesar 50 persen dari total rumah yang dibangun.

Rumitnya persyaratan memiliki rumah bagi MBR, menurut Totok, menjadi salah satu hambatan dalam perkembangannya. Oleh karena itu, Totok menyampaikan kepada Wapres Ma'ruf Amin agar rencana penggabungan pembiayaan rumah dari BTN Syariah ke BSI tidak menghambat rencana pembangunan rumah MBR.

“Kendala perumahan MBR selama ini adalah adanya bankable. Akan tetapi, BTN termasuk BTN Syariah sudah punya terobosannya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Totok menekankan, rencana penggabungan pembiayaan rumah dari BTN Syariah ke BSI memerlukan persiapan matang sesuai dengan usulan Wakil Presiden.

“Apakah akuisisi atau penggabungan ini ditunda akan diusulkan oleh Bapak Wakil Presiden kepada pihak pemerintah supaya tidak terjadi stuck atau penurunan [pengadaan properti bagi MBR] di tengah kondisi saat ini, terlebih sektor properti mempunyai domino effect yang besar bagi sektor lainnya,” ujar Totok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti rei mbr rumah subsidi btn syariah
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top