Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eksistensi Di Tengah Pandemi, PT Ciriajasa Garap Proyek Infrastruktur Termasuk IKN

Sejumlah tantangan yang saat ini tengah dihadapi para konsultan konstruksi yakni terkait ketersediaan antara suplai dan demand yang selalu tak cukup. Selain itu, perlunya peningkatan kualitas tenaga ahli.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Mei 2022  |  08:24 WIB
Proyek SPAM Karian/Serpong. Banten.go.id
Proyek SPAM Karian/Serpong. Banten.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Ciriajasa Engineering, perusahaan konsultan manajemen konstruksi terus membidik sejumlah proyek Pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan termasuk proyek Ibu Kota Negara (IKN). Hingga saat ini, Ciriajasa telah menggarap 300 proyek infrastruktur dimana sebanyak 80 proyek yang tengah berjalan di tahun 2022 ini. Adapun sebagian besar proyek yang tengah digarap Ciriajasa bergerak di bidang layanan air minum.

Direktur Utama PT Ciriajasa Engineering yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Konsultan Nasional Seluruh Indonesia (Inkindo) Peter Frans mengatakan di usia Ciriajasa yang ke-30 tahun ini, telah mengerjakan sebanyak 300 proyek, 80 proyek di tahun sedang berjalan. Perusahaan banyak menggarap proyek-proyek air minum. Selain itu, pihaknya juga ikut terlibat di berbagai proyek infrastruktur penting sektor lain seperti pertanian, transmigrasi dan kelistrikan.

Tahun ini, Ciriajasa memperoleh pekerjaan terutama proyek yang besar seperti IKN, dan manajemen konstruksi pekerjaan proyek di Direktorat Cipta Karya berupa pengairan dan air minum. Infrastruktur air minum masih menjadi proyek penting di sejumlah daerah. Hal ini, demi memenuhi target pembangunan berkelanjutan (SDGs) tahun 2030 sebesar 100 persen. Tentu masih rendahnya akses masyarakat terhadap air minum yang aman membuat pemerintah daerah kini berlomba-lomba untuk meningkatkan layanan air minum bagi warganya.

"Di IKN kami sedang menyelesaikan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dari Cipta Karya dan akan berlanjut. Mudah-mudahan kami ikut sayembara IKN karena proyek ini merupaka proyek strategis nasional. Kami juga ada kontrak bersama dengan World Bank, kontraknya cukup besar Rp190 miliar selama 4 tahun," ujarnya menjawab pertanyaan Bisnis dalam perayaan virtual HUT Ke-30 PT Ciriajasa Engineering, Jumat (20/5/2022). 

Selain di dalam negeri, Ciriajasa juga mengerjakan proyek-proyek luar negeri demi menunjukkan eksistensi bahwa perusahaan Indonesia juga mampu berkiprah di luar negeri.

"Ciriajasa saat ini juga berekspansi ke dalam layanan digital serta tengah menjajaki pengembangan infrastruktur di negara-negara tetangga Indonesia.Kita saat ini tengah menjajaki proyek pembangunan infrastruktur di Timor Leste dan Manila Filipina," katanya. 

Memang untuk menggarap proyek infrastruktur di luar negeri masih menghadapi kendala terutama menyangkut dobel pungutan pajak dan regulasi yang berbeda. Hal ini tak dipungkiri memang bukan perkara mudah untuk mendapatkan proyek-proyek infrastruktur, terlebih di tengah pandemi seperti saat ini. Bahkan, untuk bersaing di dalam negeri saja sudah banyak dari perusahaan konsultan yang berguguran akibat pandemi.

Eksistensi Ciriajasa dalam membidik proyek infrastruktur terus dilakukan. Hal ini dibuktikan perusahaan masih bertahan meski pandemi Covid-19 melanda.

"Pada pandemi banyak perusahaan yang berguguran, tetapi pendapatan perusahaan kami berhasil naik tiga kali lipat dari sebelum pandemi. Kunci keberhasilan ini, adalah dengan menjaga kepercayaan kepada pemberi kerja serta didukung oleh tenaga yang andal dan senantiasa beradaptasi dengan kemajuan digital," ucapnya.  

Peter mengungkapkan sejumlah tantangan yang saat ini tengah dihadapi para konsultan konstruksi yakni terkait ketersediaan antara suplai dan demand yang selalu tak cukup. Saat ini permintaan akan tenaga ahli konsultan konstruksi sanga besar di tengah pembangunan infrastruktur yang masif dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, memang saat ini tengah didorong tenaga ahli jasa konsultan konstruksi yang bersertifikat agar suplai dapat tercukupi.

Tantangan lain yang dihadapi yakni perlunya peningkatan kualitas tenaga ahli. Saat ini memang sebagian besar proyek infrastruktur pemerintah seperti air minum, bendungan, dan jalan tol menggunakan tenaga ahli Indonesia dari sebelumnya menggunakan tenaga ahli asing baik dari Jepang dan Korea. Hal ini seiring dilibatkannya konsultan naisonal dalam proyek oemerintah sehingga membuka kesempatan konsultan nasional bisa berkiprah lebih banyak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur
Editor : Yanita Petriella

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top