Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka, Gapki: Terima Kasih Pak Jokowi

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan rasa terima kasih atas pembukaan kembali keran ekspor minyak goreng dan CPO tersebut.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  18:14 WIB
Pekerja menimbang buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Makna Zaezar
Pekerja menimbang buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (26/4/2022). Antara - Makna Zaezar

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya membuka aliran ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO) setelah tutup selama 22 hari dalam rangka memenuhi pasokan dalam negeri.

“Oleh karena kondisi pasokan dan harga minyak goreng, serta mempertimbangkan adanya 17 juta tenaga di industri sawit, baik petani, pekerja, dan tenaga pendukung lainnya, saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” kata Jokowi pernyataan resminya melalui Sekretariat Presiden secara virtual, Kamis (19/5/2022).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan rasa terima kasih atas pembukaan kembali keran ekspor minyak goreng dan CPO tersebut.

Sejak larangan ekspor diberlakukan pada 28 April 2022, tangki-tangki CPO penuh sehingga berimbas kepada tandan buah segar (TBS) sawit di petani tidak terserap bahkan busuk.

“Gapki sangat berterimakasih  kepada pemerintah khususnya kepada Presiden Jokowi yg telah membuka kembali izin ekspor per tanggal 23 Mei 2022. Karena memang kondisi real di lapangan sudah sangat sulit karena tangki-tangki sudah mulai penuh, berharap dengan dibuka produksi sawit dapat mengalir kembali,” ungkap Sekretaris Jenderal Gapki Eddy Martono, Kamis (19/5/2022).

Eddy yakin dengan pembukaan kembali jalan yang ditunggu ini, jumlah ekspor akan kembali naik karena memang banyak negara pengimpor minyak sawit yang membutuhkan CPO tersebut.

Ekspor yang sudah dapat dilakukan pada Senin mendatang, Gapki menyampaikan bahwa akan melakukan koordinasi dengan negara importir terkait pengiriman barang. Kapal-kapal yang biasa mengangkut minyak goreng dan CPO perlu persiapan untuk melakukan pemberangkatan barang.

“Tergantung dengan kesiapan kapal, sebab kemarin sempat terhenti dengan larangan. Eksportir akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dgn importir utamanya masalah pengangkutan yang tidak bisa dadakan,” lanjut Eddy.

Pelarangan ekspor tersebut memiliki dampak positif dan negatif di dalam negeri. Jokowi melaporkan bahwa dengan penutupan pintu ekspor CPO kurang dari satu bulan, jumlah pasokan minyak goreng melonjak dari 64.500 ton menjadi 211.000 ton per bulan. Angka tersebut melebihi kebutuhan nasional per bulannya, yakni 194.000 ton.

Harga yang beredar pun terpantau turun menurut Jokowi. Pada April 2022 sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional minyak goreng curah sebesar Rp19.800 per liter dan setelah adanya pelarangan ekspor harga rata rata Rp17.200 – Rp17.600 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi cpo gapki minyak goreng ekspor cpo
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top