Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kementerian PUPR Bangun Bendungan di IKN Total Rp676,73 Miliar

Pembangunan sarana penyedia air bersih berupa bendungan di ibu kota negara atau IKN Indonesia baru yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR.
Ilustrasi. Suasana proyek pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/2/2022). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi. Suasana proyek pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/2/2022). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan sarana penyedia air bersih berupa bendungan di ibu kota negara atau IKN Indonesia baru yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih terus berlangsung. Sarana penyedia air bersih tersebut akan dibangun di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman.

"Pembangunan sarana prasarana air bersih untuk penuhi kebutuhan IKN Nusantara terus berjalan," ujar di Penajam, ujar Ahmad dalam keterangannya, Rabu (18/5/2022).

Sarana penyedia air bersih yang dibangun di IKN berupa bendungan yang menelan biaya lebih kurang Rp676,73 miliar. Saat ini proses konstruksi bendungan telah memasuki tahap pembangunan fisik.

Bendungan Sepaku-Semoi tersusun atas badan bendungan seluas 36 hektare dan areal genangan bendungan seluas 342 hektare tersebut memiliki daya tampung 11,6 juta meter kubik dengan debit air 2.500 liter per detik.

Wilayah Kecamatan Sepaku yang masuk dalam proyek pembangunan untuk konstruksi bendungan meliputi Desa Tengin Baru dan Sukomulyo, wilayah Desa Argomulyo terkena proyek pembangunan untuk areal genangan bendungan.

"Bendungan untuk mendukung ketahanan air dan pangan, serta persiapan pemindahan ibu kota negara yang dibangun sejak 2022 itu ditargetkan selesai pada 2023," ucapnya.

Kementerian PUPR juga membangun prasarana penunjang pasokan air bersih lainnya di Kecamatan Sepaku, yaitu sarana pengambil air (intake) dan jaringan pipa transmisi sungai dengan luas areal sekitar 14,8 hektare dengan dana sekitar Rp364 miliar.

Titik pembangunan pengambil air dan jaringan pipa transmisi sungai yang memiliki kapasitas 3.000 liter per detik tersebut jelas dia, berada di perbatasan Kelurahan Sepaku, Desa Sukaraja dan Desa Bukit Raya.

"Pembebasan lahan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi sungai sedang diproses dan ditargetkan dibayar tahun ini, pengerjaan fisik mulai dipersiapkan," terang.

Pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi, serta intake dan jaringan pipa transmisi sungai untuk menunjang pasokan air bersih ibu kota negara Indonesia yang baru.

Anggaran pembangunan sarana prasarana penunjang pasokan air bersih di Kecamatan Sepaku tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper