Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sambut Waisak, Kementerian PUPR Siapkan 821 Sarana Hunian di Borobudur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan 821 Sarana Hunian Pariwisata di Kawasan Candi Borobodur.
Sejumlah wisatawan berjalan di halaman Candi Borobudur di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020)./ ANTARA - Anis Efizudin
Sejumlah wisatawan berjalan di halaman Candi Borobudur di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020)./ ANTARA - Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang perayaan Waisak, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan 821 Sarana Hunian Pariwisata di Kawasan Candi Borobodur.

Direktur Jenderal Perumahan Iwan menjelaskan terdapat 821 rumah yang mendapat bantuan Sarhunta yang terdiri atas 382 di 15 desa berupa peningkatan kualitas rumah dengan fungsi homestay dan usaha pariwisata lainnya dan 439 unit di empat desa peningkatan kualitas rumah swadaya tanpa fungsi usaha.

Iwan mengatakan, program Sarhunta merupakan rangkaian kegiatan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan.

"Program ini bertujuan meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih layak huni dan sekaligus mendorong perekonomian karena rumah bisa dimanfaatkan sebagai homestay bagi para wisatawan yang berkunjung," ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (15/5/2022).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan memasuki dua tahun masa pandemi Covid-19, sektor pariwisata yang sempat mati suri kini kembali bergeliat.

Pemerintah meyakini sektor pariwisata sebagai salah satu sektor strategis untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian PUPR terus mendukung melalui pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah penyedian Sarhunta.

“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan pandemi Covid-19, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN/DSPS yang dihentikan,” imbuhnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper