Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surplus Neraca Perdagangan Catat Rekor, Menko Airlangga: Modal Jaga Ketahanan Eksternal

Surplus neraca perdagangan April 2022 yang sangat tinggi menjadi modal kuat perekonomian Indonesia.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  22:45 WIB
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai bahwa capaian surplus neraca perdagangan April 2022 yang sangat tinggi menjadi modal kuat dalam menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan April 2022 mencatatkan surplus US$7,56 miliar. Angka tersebut memecahkan rekor sejak 2017 dan melampaui capaian tertinggi saat pandemi Covid-19, yakni pada Oktober 2021 senilai US$5,74 miliar.

Menurut Airlangga, capaian itu menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam menjaga kestabilan kinerja fundamental perekenomian. Dia menilai bahwa neraca perdagangan merupakan salah satu indikator utama dalam meningkatkan cadangan devisa dan menjaga ketahanan sektor eksternal.

“Neraca perdagangan merupakan determinan yang sangat penting dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan menjaga ketahanan sektor eksternal Indonesia. Kita bersyukur bahwa salah satu engine utama pertumbuhan ekonomi ini terus mengalami performa gemilang dan bahkan kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa,” ujar Airlangga, Selasa (17/5/2022) malam.

Pada April 2022, Indonesia mencatatkan ekspor senilai US$27,32 miliar. Angka itu mampu mengungguli rekor tertinggi sebelumnya, yakni pada Maret 2022 yang mencapai US$26,5 miliar.

Kinerja ekspor tersebut dipengaruhi oleh tingginya harga komoditas unggulan saat ini, seperti harga CPO sebesar 1.682,7 dolar per MT yang tumbuh 56,09 persen (year-on-year/YoY), batubara seharga 302,0 dolar per MT yang tumbuh 238,83 persen (YoY), dan Nikel seharga 33.132,7 dolar per MT yang tumbuh 100,55 persen (YoY).

Selain itu, tingginya dominasi sektor industri pada kegiatan ekspor yang mencapai 69,86 persen juga menjadi stimulus dalam peningkatan nilai surplus. Menurut Airlangga, kinerja ekspor akan mengarah pada basis komoditas-komoditas dengan nilai tambah yang terus bertumbuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan ekspor batu bara airlangga hartarto surplus perdagangan
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top