Dampak Perang Rusia Vs Ukraina, Renault SA Lego AvtoVaz

Renault SA menjual unit bisnisnya di Rusia sebagai dampak perang dan kebijakan nasionalisasi.
Ilustrasi Renault Zoe 100 listrik. /RENAULT
Ilustrasi Renault Zoe 100 listrik. /RENAULT

Bisnis.com, JAKARTA - Renault SA menyepakati penjualan unit bisnisnya di Rusia, AvtoVaz senilai 2,2 miliar euro atau setara US$2,3 miliar sebagai langkah nasionalisasi akibat peperangan di Ukraina.

Dilansir Bloomberg pada Minggu (16/5/2022), perusahaan asal Prancis itu akan menjual saham mayoritas di AvtoVaz kepada lembaga riset otomotif milik Rusia, NAMI.

Sementara itu, Pemerintah Moskow akan mengambil alih pabrik perakitan di dekat ibu kota.

Seorang juru bicara mengatakan aset berpindah tangan untuk jumlah simbolis, yang sebelumnya dilaporkan senilai 1 rubel. Renault memiliki opsi untuk membeli kembali sahamnya di AvtoVaz selama 6 tahun ke depan.

Dengan demikian, Renault akan mengakhiri eranya di Rusia yang sebelumnya menguasai saham 68 persen di AvtoVaz, produsen merek Lada.

Rusia telah menjadi pasar terbesar kedua bagi Renault setelah menyepakati pembelian senilai US$1 miliar pada 2007 antara mantan CEO Carlos Ghosn dan Presiden Vladimir Putin.

Cabutnya Renault dari Rusia dapat mengancam keuangan perusahaan. Renault telah memangkas proyeksi margin laba dan aliran kas bebas untuk tahun ini akibat peperangan Rusia.

Perusahaan mengkonfirmasi adanya prospek yang lebih rendah dan penurunan nilai di semester pertama untuk nilai bisnis Rusia, yaitu 2,2 miliar euro pada akhir tahun lalu.

"Kami membuat pilihan yang bertanggung jawab terhadap 45.000 karyawan kami di Rusia, sambil menjaga kinerja grup dan kemampuan kami untuk kembali ke negara itu di masa depan,” kata Chief Executive Officer Luca de Meo dalam sebuah pernyataan.

Padahal, Lada adalah bagian dari strategi de Meo untuk mobil penumpang yang terjangkau bersama dengan merek Dacia. Penjualan bisnis ini juga akan berdampak pada 45.000 staf di Rusia.

CEO de Meo sedang mempertimbangkan perombakan struktural Renault dengan menghilangkan kendaraan listrik dan entitas mesin pembakaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper