Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelita Air Bakal Operasikan 6 Pesawat hingga Akhir Tahun Ini

Saat ini, Pelita Air sudah mendatangkan sebanyak 2 tipe pesawat A320-200. Perusahaan memperkirakan pesawat ketiga akan datang pada pertengahan Mei 2022. Dengan demikian, Pelita Air akan mengoperasikan 6 pesawat tahun ini.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 April 2022  |  06:16 WIB
Pesawat A320 yang dioperasikan Pelita Air. -  Dok. Istimewa
Pesawat A320 yang dioperasikan Pelita Air. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelita Air Services (PAS) berencana menambah jumlah pesawat yang dioperasikan hingga menjadi 6 pesawat pada tahun ini sejalan ekspansi rute ke depannya.

Direktur Utama PAS Dendy Kurniawan mengatakan rencana mendatangkan pesawat baru masih berproses. Saat ini, PAS sudah mendatangkan sebanyak 2 tipe pesawat A320-200. Dendy memperkirakan pesawat ketiga akan datang pada pertengahan Mei 2022.

"Sebanyak tiga pesawat lagi datang akhir tahun ini. Jadi sampai tahun ini selesai ada target 6 pesawat.Tahun depan Insyaallah bisa capai 20," ujarnya, Kamis (28/4/2022).

Menteri BUMN Erick Thohir membenarkan bahwa Pelita Air bakal mengoperasikan hingga 20 pesawat secara jangka panjang untuk mengoptimalkan penerbangan domestik. Namun, jumlah pesawat tersebut, pengadaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi.

Erick menyampaikan bahwa Pelita akan fokus kepada penerbangan domestik dan bukannya penerbangan internasional

Pemerintah ingin membangun agar jaringan rute domestik menjadi lebih kuat.

"Apalagi kan sudah mulai bangkit penerbabgan ini. Ada momen mudik, perjalanan dinas, dan perjalanan wisata," imbuhnya.

Tak hanya kepada Pelita, secara khusus, dia juga berpesan kepada holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau Injourney agar mulai merajut ekosistem yang ada dengan segala jaringannya supaya bisa membangun pariwisata domestik.

Dalam membangun ekosistem tersebut, Erick memaparkan dihadapkan kepada tantangan kekurangan pesawat yang secara nasional total mencapai kurang lebih 400 pesawat. Jumlah tersebut, sangat kurang apbila membandingkan dengan perkembangan penerbangan domestik di negara maju seperti Amerika Serikat yang memiliki hingga 2.000 pesawat.

"Tapi kan Amerika peringkat 2 ekonomi dunia. Kalau kita Angka jumlah 400 cukup ini ke depan akan besar juga," kata dia.

Erick meyakini kebehasilan membangun industri penerbangan domestik yang kuat terletak kepada manajemen transparan dan profesional, dan fokus kepada pasar yang besar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan erick thohir Pelita Air
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top