Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengemplang BLBI Sulit Terdeteksi karena Berpindah-pindah, Mayoritas di Singapura

Satu pengemplang BLBI sulit terdeteksi karena hidup nomaden alias berpindah-pindah.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 April 2022  |  22:28 WIB
Satuan Tugas (Satgas) BLBI telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat.  - BISNIS/Suselo Jati
Satuan Tugas (Satgas) BLBI telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. - BISNIS/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA -Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut ada seorang buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang sulit terdeteksi karena sering berpindah-pindah.

Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan negara (DJKN) Kementerian Keuangan Purnama T Sianturi mengatakan bahwa hal itu merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dalam penyelesaian aset BLBI.

Purnama menyampaikan, saat ini ada sebanyak 46 obligor/debitur yang tengah ditangani Satgas BLBI. 35 di antaranya berada di dalam negeri, sementara 11 obligor/debitur diketahui berada di luar negeri.

“Ternyata ada yang diluar negeri 11, 35 di dalam negeri, di dalam negeri juga ada yang kita belum tahu keberadaannya,” katanya dalam acara Bincang DJKN, Jumat (22/4/2022).

Purnama menyampaikan, kebanyakan obligor/debitur yang berdomisili di luar negeri tersebut diketahui berada di Singapura.

“Ada 1 orang yang berpindah-pindah, tapi semuanya dari yang 11 tadi, 10 ada di Singapura,” kata dia.

Purnama mengatakan, pemerintah bersama dengan otoritas terkait akan terus bersinergi untuk mencari obligor/debitur yang tidak diketahui keberadaannya tersebut.

DJKN mencatat total aset obligor/debitur yang telah disita Satgas BLBI mencapai Rp19,16 triliun per 31 Maret 2022.

Dari jumlah tersebut, hasil sitaan oleh Satgas BLBI dalam bentuk uang tunai yang disetorkan ke kas negara adalah sebesar Rp371,29 miliar.

“Hasil Satgas BLBI per 31 Maret 2022, maka kita melihat dalam bentuk uang cash yang disetorkan ke ka negara nilainya adalah Rp371,29 miliar,” kata dia.

Selain uang tunai, hasil aset sitaan juga berupa barang jaminan atau harta kekayaan lain yang mencapai Rp12,25 triliun.

Sementara itu, aset sitaan berupa aset properti tercatat mencapai Rp5,38 triliun dengan luas tanah sebesar 19,12 juta meter persegi.

Lebih lanjut, aset yang disita Satgas juga dalam bentuk penetapan status penggunaan untuk Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah yang mencapai Rp1,14 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian keuangan blbi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top