Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog Targetkan 36.000 Ton Daging Kerbau Impor hingga Lebaran

Pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mengimpor daging kerbau beku sebanyak 100.000 ton pada 2022 yang digunakan untuk alternatif pilihan bagi konsumen.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 14 April 2022  |  18:33 WIB
Daging kerbau beku yang dijual Bulog. - Antara
Daging kerbau beku yang dijual Bulog. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog akan mempercepat masuknya cadangan stok daging kerbau untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memantau langsung kedatangan daging impor Bulog di Terminal Mustika Alam Lestari, Tanjung Priok, Kamis (14/4/2022).

Adapun kontrak impor daging kerbau tahap pertama sebanyak 20.000 ton sudah terealisasi seluruhnya pada akhir Maret 2022. Selanjutnya pada tahap kedua diperkirakan akan tiba sebanyak 36.000 ton.

Pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mengimpor daging kerbau beku sebanyak 100.000 ton pada 2022 yang digunakan untuk alternatif pilihan bagi konsumen. Selain itu, importasi itu juga diharapkan dapat menjaga stabilisasi harga di tingkat konsumen, khususnya pada momen Ramadan dan menjelang Idulfitri 2022.

“Saya memantau langsung kedatangan daging impor oleh Bulog ini dan saya juga minta untuk bisa langsung didistribusikan dan diprioritaskan untuk konsumen langsung”, kata Budi melalui siaran pers, Kamis (14/4/2022).

Dengan jumlah stok daging kerbau beku yang dikuasai Bulog saat ini, maka diharapkan dapat membantu mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan daging menjelang Idulfitri tahun ini.

“Kami sudah melakukan pengaturan dan percepatan semaksimal mungkin untuk proses kedatangan stok daging impor ini, selanjutnya dengan sarana cold storage dan jaringan infrastruktur yang dimiliki Bulog stok ini sudah langsung didistribusikan ke seluruh Indonesia,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan daging sapi segar masih mengalami reli kenaikan harga hingga pekan kedua April 2022. Kemendag mencatat harga daging sapi segar berada di angka Rp132.300 per kilogram atau naik 2,40 persen dari laporan bulan lalu.

Sementara itu, harga daging sapi beku belakangan tercatat Rp103.500 per kilogram atau naik 1,87 persen jika dibandingkan dengan bulan lalu.

Laporan itu tertuang dalam Perkembangan Harga, Inflasi dan Stok Indikatif barang Kebutuhan Pokok milik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri yang dirilis pada Senin (11/4/2022).

Adapun harga sapi bakalan impor pada pekan ini sebesar US$4.301 per ton atau segara dengan Rp61.776 per kilogram. Harga paritas impor itu naik 4,80 persen jika dibandingkan dengan pencatatan bulan lalu.

Di sisi lain, harga impor daging beku berada di posisi US$5.970 per ton atau setara dengan Rp86.565 per kilogram. Angka itu mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dibandingkan dengan bulan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog daging sapi DAGING KERBAU impor daging kerbau
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top