Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Kunci Tingkatkan Investasi Hulu Migas Indonesia

Energy Watch menuturkan kunci utama untuk meningkatkan investasi hulu migas.
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 08 April 2022  |  13:34 WIB
Ini Kunci Tingkatkan Investasi Hulu Migas Indonesia
Platform offshore migas. Istimewa - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Energy Watch menilai peningkatan investasi hulu migas, memerlukan komitmen yang jelas dari pemerintah, khususnya soal kejelasan regulasi dan infrastruktur yang memadai.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyatakan untuk meningkatkan investasi hulu migas, diperlukan komitmen yang jelas dari pemerintah.

“Untuk meningkatkan investasi, perlu adanya komitmen jangka panjang dan firm dari pemerintah,” kata Mamit, Jumat (8/4/2022).

Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) memproyeksikan lima proyek hulu migas akan onstream pada kuartal II/2022 yang terdiri atas 1 proyek minyak dan gas yaitu Bukit Tua Phase 2B Petronas Carigali Ketapang II Ltd. dan 4 (empat) proyek gas meliputi Hiu Phase 2 Medco E&P Natuna, Jumelai Pertamina Hulu Mahakam, Baru Gas Plant Modif. to Tenayan Plant EMP Bentu, serta OPL South Sembakung JOB PMEP Simenggaris.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal optimistis perkembangan proyek hulu migas tersebut menunjukkan industri hulu migas bangkit pasca pandemi.

“Adanya 12 proyek hulu migas, di mana lima di antaranya akan onstream pada kuartal II/2022 menunjukkan perkembangan positif industri hulu migas pasca pandemi,” tutur Moshe dalam acara Market Review yang diselenggarakan oleh IDX Channel, Jumat (8/4/2022).

Menurut Moshe, kelima pengembangan proyek hulu tersebut masih didominasi oleh investor asing.

“Sebagian besar investornya adalah investor asing. Karena pengembangan proyek hulu migas membutuhkan Capex yang mencapai US$250 juta. Investor asing masih dibutuhkan untuk mempercepat mencapai target lifting migas, mengingat besarnya biaya modal dan operasional yang dibutuhkan,” papar Moshe.

Untuk mendorong kelancaran investasi hulu migas, lanjut Moshe, diperlukan kejelasan regulasi dan infrastruktur yang memadai.

“Adanya regulasi yang developed dan pengembangan infrastruktur penunjang, terutama untuk produksi gas alam, karena cadangan gas alam Indonesia sangat besar hingga 15 TCF, akan meningkatkan minat investor,” imbuhnya.

Sebagai catatan, nilai investasi dari lima proyek hulu migas yang akan onstream pada kuartal kedua 2022, mencapai US$250,3 juta dan akan memberikan potensi tambahan produksi minyak sebesar 14.000 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 179 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hulu migas investasi migas
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top