Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bapok Melejit Pekan Pertama Ramadan, Ini Saran Pakar IPB

Pemerintah mesti mempercepat mobilisasi komoditas strategis dari sentra produksi di tengah kelangkaan sejumlah barang kebutuhan pokok atau Bapok pada pekan pertama Ramadan tahun ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 08 April 2022  |  01:59 WIB
Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021).  - Antara Foto/Jessica Helena Wuysang/hp.\r\n
Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021). - Antara Foto/Jessica Helena Wuysang/hp.\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar Agribisnis dari IPB University Bayu Krisnamurthi meminta pemerintah untuk mempercepat mobilisasi komoditas strategis dari sentra produksi di tengah kelangkaan sejumlah barang kebutuhan pokok atau Bapok pada pekan pertama Ramadan tahun ini.

“Yang stoknya masih ada di daerah segera digerakkan lewat penyampaian informasi produksi dan kebutuhan di masing-masing daerah,” kata Bayu melalui pesan WhatsApp, Kamis (7/4/2022).

Di sisi lain, kata Bayu, pemerintah mesti mempercepat proses impor sebagian komoditas yang tidak dapat dipenuhi di dalam negeri. Misalkan daging sapi dan kerbau beku untuk mengantisipasi reli kenaikan harga di tengah keterbatasan sapi bakalan impor dari Australia saat ini.

Dia juga meminta pemerintah untuk mewaspadai potensi anjloknya produksi bawang merah di sejumlah sentra produksi akibat cuaca buruk pada musim panen awal tahun ini.

“Jika memang berdasarkan impor harus dipastikan dapat segera direalisasikan,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mewaspadai potensi melonjaknya permintaan masyarakat atas barang kebutuhan pokok atau Bapok di tengah tren pelandaian pandemi Covid-19 pada awal tahun ini.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan kementeriannya khawatir pasokan Bapok yang bertopang pada aktivitas impor bakal terganggu akibat meningkatnya permintaan dalam negeri sementara harga di pasar dunia terus mengalami fluktuasi akibat sentimen geopolitik di kawasan Eropa Timur.

“Kemendag terus memantau harga komoditas internasional dan situasi geopolitik akibat konflik Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan khususnya Bapok yang bersumber dari impor seperti kedelai dan tepung terigu,” kata Oke saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (30/3/2022).

Berdasarkan catatan Kemendag, empat komoditas pangan dalam negeri yang bertopang pada impor mengalami kenaikan harga yang signifikan secara tahunan atau year-on-year (yoy). Misalkan harga gandum pada perdagangan 25 Maret 2022 sudah menyentuh di angka US$399 per ton atau naik 93,6 persen dari posisi tahun lalu sebesar US$188 per ton.

Selain gandum, harga kedelai di pasar dunia sudah menembus Rp8.875 per kilogram atau naik 95,6 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp4.528 per kilogram. Sementara harga sapi bakalan pada perdagangan 22 Maret 2022 mencapai US$4,28 per kilogram atau naik 72 persen dari pencatatan US$2,49 per kilogram secara tahunan. Selanjutnya harga gula konsumsi mencapai Rp7.802 per kilogram pada 25 Maret 2022 atau naik 51,6 persen dari posisi Rp5.145 per kilogram tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras bahan pokok harga komoditas sembako
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top