Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga-harga Naik, Masuki Ramadan Pedagang Pasar Malah Sepi Pembeli

Kenaikan harga bahan pokok, termasuk minyak goreng serta daging berimbas pada daya beli yang berkurang. Akibatnya, para pedagang pasar mengklaim sepi pembeli.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 07 April 2022  |  19:32 WIB
Aktivitas pedagang dan konsumen di pasar tradisional, Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra
Aktivitas pedagang dan konsumen di pasar tradisional, Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan permintaan pembeli untuk barang kebutuhan pokok atau Bapok terlihat mulai menurun seiring dengan kenaikan harga sebagian besar komoditas pada pekan pertama Ramadan tahun ini.

Sekretaris Jenderal DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan perilaku dari pembeli itu mencerminkan kenaikan harga sebagian besar Bapok selama masa Ramadan tersebut.

“Karena fase kenaikan harga sudah terjadi pada tiga hari pertama ini seperti harga minyak goreng, cabai-cabaian, bawang merah, gula pasir, daging sapi hingga daging ayam broiler terpantul naik,” kata Reynaldi melalui pesan suara, Kamis (7/4/2022).

Kendati demikian, Reynaldi mengatakan terdapat pasokan komoditas yang relatif turun pada Ramadan tahun ini yang menyebabkan harga tertahan tinggi. Misalkan, katanya, komoditas gula dan daging sapi yang relatif jarang dijual.

“Fase pertama sudah lewat artinya akan ada permintaan yang menurun sehingga harga-harga seharusnya kembali normal sehingga perlu diperkuat stok dari pemerintah untuk dibanjiri di pasar,” kata dia.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) memperkirakan harga daging sapi di tingkat konsumen satu pekan menjelang Idul Fitri dapat mencapai Rp160.000 per kilogram hingga Rp180.000 per kilogram pada tahun ini.

Ketua Umum JAPPDI Asnawi mengatakan hal itu disebabkan karena keterbatasan pasokan sapi eks impor dan sapi lokal. Sementara itu, realisasi impor daging beku tidak juga berjalan optimal pada paruh pertama tahun ini.

“Harga saat ini melonjak jauh, posisinya harga timbang hidup sapi siap potong di feedlot ataupun peternakan naik, sapi eks impor dari Australia harga timbang hidup terendah di posisi Rp55.000 per kilogram tertinggi Rp59.000 per kilogram,” kata Asnawi melalui sambungan telepon, Kamis (7/4/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga daging minyak goreng harga bahan pokok pedagang pasar
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top