Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pariwisawta Mulai Siuman, Okupansi Hotel di Bali Naik

Izin pelancong internasional datang ke Indonesia tanpa harus dikarantina dan hanya diperlukan tes PCR akan membuat wisatawan asing ramai mengunjungi Pulau Dewata. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 07 April 2022  |  13:57 WIB
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021.  - W Bali
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021. - W Bali

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat hunian hotel di Bali diproyeksikan akan terus membaik selama 2022 dengan adanya peningkatan aktivitas MICE termasuk konferensi G20. 

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan diizinkannya pelancong internasional datang ke Indonesia tanpa harus dikarantina dan hanya diperlukan tes PCR akan membuat wisatawan asing ramai mengunjungi Pulau Dewata. 

"Penerbangan internasional kembali dibuka. Kegiatan seperti pentas musik, sudah boleh diselenggarakan kembali. Peraturan karantina untuk pelaku perjalanan luar negeri sudah mulai dihapuskan ini sangat menarik bagi wisatawan asing," ujarnya dalam media briefing, Rabu (6/4/2022).

Menurutnya, peraturan perjalanan sudah mulai dilonggarkan dan mulai banyak orang melakukan perjalanan sehingga tingkat keterisian meningkat. "Wisatawan Domestik masih mendominasi pariwisata di Bali selama kuartal 1 tahun 2022," katanya.

Pada bulan Januari 2022, okupansi  hotel di Bali naik sebesar 15,2%, sedangkan pada bulan Februari meningkat sebesar 8,2%.  Okupansi hotel di Bali pada Desember 2021 hanya menyentuh 40,4%, namun meningkat 15,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peningkatan tersebut memang belum bisa mengejar masa sebelum Covid, namun setidaknya memberikan sinyal yang baik," ucapnya. 

Ke depan, industri pariwisata di Bali harus memiliki prospek yang lebih baik. Ferry menilai, regulasi penerbangan sudah cukup mendukung wisatawan, memungkinkan adanya acara seperti pertunjukan musik yang tentunya akan menarik wisatawan asing untuk berwisata ke Bali.

Selain itu, KTT Pemimpin G20 yang akan datang direncanakan di Bali tahun ini dan harus berkontribusi pada industri pariwisata. 

"Diharapkan kondisi akan terus membaik sehingga dapat mengangkat okupansi dan Average Daily Rate [ADR] di akhir 2022," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pariwisata industri pariwisata pariwisata bali Destinasi Pariwisata Indonesia
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top