Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Batasi Subsidi Pupuk, APPI: Produksi Masih Normal

Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) menyatakan produksi pupuk dalam negeri masih relatif stabil saat ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 April 2022  |  07:14 WIB
Komisi VI DPR RI meninjau gudang lini III Pupuk Indonesia di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat.  - ANTARA/Pupuk Kujang
Komisi VI DPR RI meninjau gudang lini III Pupuk Indonesia di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat. - ANTARA/Pupuk Kujang

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) menegaskan kuantitas dan harga pokok produksi (HPP) pupuk dalam negeri relatif stabil hingga kuartal I/2022.

Sekretaris Jenderal APPI Achmad Tossin Sutawikara mengatakan situasi itu disebabkan karena produsen dalam negeri masih mendapat harga impor bahan baku yang relatif stabil lantaran kontrak yang tersisa hingga semester pertama tahun ini.

“Harga impor bahan baku fosfor [P] dan Kalium [K], saat ini belum banyak berubah karena kita sudah punya kontrak hingga akhir semester pertama 2022,” kata Tossin melalui pesan WhatsApp, Selasa (5/4/2022).

Tossin menilai manuver pemerintah untuk membatasi penggunaan pupuk untuk komoditas prioritas tertentu seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, tebu rakyat dan kakao tidak berkaitan dengan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri yang berpotensi merosot pada tahun ini.

Selain pembatasan peruntukan, belakangan pemerintah juga membatasi subsidi pupuk hanya pada jenis Urea dan NPK.

“Sebetulnya tidak terkait dengan harga pupuk yang tinggi dan adanya keterbatasan pasokan. Kuantitas produksi maupun HPP-nya relatif stabil dari tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Di sisi lain, dia mengatakan kebijakan itu justru memaksa produsen untuk terus melakukan efisiensi biaya produksi dan distribusi di tengah gejolak harga pupuk di pasar internasional.

“Sebagai tantangan agar produsen bisa terus melakukan efisiensi biaya produksi dan biaya distribusi serta memberikan edukasi kepada petani untuk menggunakan pupuk secara tepat jenis dan tepat jumlah,” kata dia,

Berdasarkan data World Bank-Commodity Market Review per 4 April 2022, Pupuk Urea dan diamonium fosfat (DAP) mengalami kenaikan yang signifikan sejak Oktober 2021 yang berlanjut hingga Maret 2022.

Sepanjang Januari hingga Desember 2021 misalnya, DAP di pasar internasional mengalami kenaikan sebesar 76,95 persen. Saat awal tahun lalu, harga pupuk itu mencapai US$421 per ton, pencatatan itu berakhir di posisi US$745 per ton pada Desember 2021. Pada perdagangan Maret 2022, harga DAP sudah menyentuh di angka US$938,13 per ton.

Di sisi lain, Pupuk Urea mengalami peningkatan harga mencapai 235,85 persen sepanjang tahun lalu. Pupuk Urea sempat berada di harga US$265 per ton belakangan naik menjadi US$890 per ton pada Desember 2021. Pada perdagangan Maret 2022, harga pupuk urea sudah menembus US$907,89 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk pupuk subsidi industri pupuk
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top