Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Akan Bangun 14 Stasiun Kereta Api di IKN Nusantara

Sebanyak 14 stasiun kereta api akan dibangun di IKN Nusantara.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 21 Maret 2022  |  16:44 WIB
Seorang calon penumpang menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/7/2021). - ANTARA FOTO/Aji Styawan
Seorang calon penumpang menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/7/2021). - ANTARA FOTO/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan membangun total 14 stasiun penumpang dan empat (4) stasiun operasi atau depo kereta api untuk mendukung jaringan kereta api di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Hal tersebut diatur dalam Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) Ibu Kota Nusantara 2022-2042.

Pada Perpres tersebut, sistem jaringan kereta api merupakan salah satu sistem jaringan transportasi yang ingin dibangun di kawasan IKN Nusantara, selain jaringan jalan; sungai, danau dan penyeberangan; serta transportasi laut.

"Sistem jaringan kereta api sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b terdiri atas: (a) jaringan jalur kereta api; dan (b) stasiun kereta api," demikian ditulis pada pasal 33 ayat 5 pada Rancangan Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) Ibu Kota Nusantara 2022-2042, dikutip Senin (21/3/2022).

Sebagaimana bunyi pasal 33 ayat 5, pembangunan stasiun kereta api bertujuan guna mendukung jaringan kereta api di IKN Nusantara. Stasiun kereta api yang dimaksud berfungsi untuk melayani keterpaduan stasiun dengan berbagai pusat kegiatan di wilayah IKN, pusat permukiman, dan moda transportasi lainnya.

Rencananya, pemerintah akan membangun total 14 stasiun kereta api penumpang yang dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD), dan empat stasiun depo.

Pembangunan 14 stasiun kereta api penumpang akan dibagi menjadi dua kategori yakni stasiun untuk penumpang antarkota dan perkotaan. Untuk penumpang kereta api antarkota, terdapat tiga stasiun yang akan dibangun yaitu Stasiun Sentral Bumi Harapan di WP KIPP; Stasiun Sentral Sepaku di WP IKN Barat; dan Stasiun Simpang Tengin Baru di WP IKN Timur 1.

Kemudian, 11 stasiun lainnya akan melayani penumpang perkotaan yakni Stasiun Bumi Harapan di WP KIPP; Stasiun Pemaluan di WP KIPP; Stasiun Bumi Harapan 2 di WP IKN Barat; Stasiun Karang Jinawi 1 di WP IKN Barat; Stasiun Sepaku di WP IKN Barat; Stasiun Karang Jinawi 2 di WP IKN Timur 1; Stasiun Sukaraja di WP IKN Timur 1; Stasiun Tengin Baru di WP IKN Timur 1; Stasiun Karang Jinawi 3 di WP IKN Timur 2; Stasiun Sukaraja 2 di WP IKN Timur 2; dan Stasiun Sungai Payang di WP IKN Utara.

"Stasiun kereta api penumpang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diarahkan untuk dikembangkan dengan konsep pengembangan TOD [transit oriented development]," demikian bunyi Pasal 45 ayat 7.

Terakhir, terdapat empat stasiun operasi atau depo kereta api yang akan dibangun pada kawasan IKN Nusantara yakni berlokasi WP KIPP, di WP IKN Barat, serta di WP IKN Timur 1 dan WP IKN Timur 2.

Adapun, stasiun yang akan dibangun itu rencananya berada di sepanjang jalur kereta api perkotaan dan juga antarkota. Untuk jaringan antarkota, pembangunan jalur rencananya akan menhubungkan Banjarmasin–Pantai Lango–Karang Joang–Sp. Samboja–Samarinda.

Kemudian, jaringan kereta api antarkota juga akan dibangun untuk menghubungkan Wilayah Perencanaan Kawasan Inti Pusat Pemerintah (WP KIPP)–WP IKN Barat–WP IKN Timur 1–Sp. Samboja–Karang Joang–Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

Sementara itu, jaringan jalur kereta api perkotaan yang akan dibangun yakni akan menghubungkan WP KIPP–WP IKN Barat–WP IKN Timur 1–WP IKN Timur 2–WP IKN Utara. Kemudian, WP IKN Barat–WP IKN Timur 2.

"Jaringan jalur kereta api perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dikembangkan untuk mewujudkan konektivitas antarpusat kegiatan di dalam kawasan IKN yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," demikian bunyi Pasal 44 ayat 6.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stasiun kereta api Ibu Kota Baru IKN
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top