Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Bawang Merah Anjlok 50 Persen, Petani Salahkan Pemerintah

Petani menuding pemerintah lamban untuk mengantisipasi anjloknya produktivitas petani bawang merah di tengah cuaca buruk.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 11 Maret 2022  |  21:11 WIB
Petani panen bawang merah di Desa Taraban, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (2/10). - ANTARA/Saiful Bahri
Petani panen bawang merah di Desa Taraban, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (2/10). - ANTARA/Saiful Bahri

Bisnis.com, JAKARTA — Serikat Petani Indonesia (SPI) menilai pemerintah terbilang lamban untuk mengantisipasi anjloknya produktivitas petani bawang merah di tengah cuaca buruk yang selalu berulang pada awal tahun.

Ketua Pusat Perbenihan Nasional (P2N) SPI Kusnan mengatakan pemerintah tidak memberdayakan sejumlah sentra produksi bawang merah yang belakangan berhenti untuk berproduksi lantaran harga komoditas yang selalu anjlok beberapa tahun terakhir.

“Setiap tahun kan sudah terjadi krisis seperti ini seharusnya sebelum ada masalah seperti ini pemerintah bisa antisipasi dengan memberdayakan petani yang dulu masih menanam di sentra produksi kemudian berhenti,” kata Kusnan melalui sambungan telepon, Jumat (11/3/2022).

Sejumlah sentra produksi yang berhenti, Kusnan mencontohkan, terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Bali. Konsekuensinya, produksi bawang merah secara nasional rentan dilakukan ketika diterjang cuaca buruk berkepanjangan jika berpusat di Pulau Jawa.

“Siapa dulu yang di sentra-sentra tanam bawang merah kemudian berhenti itu harus dibangkitkan kembali seperti di NTB dan Bali, dulu ada yang tanam sekarang berhenti,” kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan per Kamis (10/3/2022), harga bawang merah sudah di angka Rp37.000 per kilogram atau naik 13,85 persen secara bulanan. Kenaikan harga bawang merah disebabkan karena turunnya produktivitas bawang merah mencapai 50 persen menjadi 4 ton per hektar di sebagian besar sentra produksi seperti Brebes, Bima, Solok, Nganjuk, dan Probolinggo lantaran cuaca buruk pada awal tahun ini.

Adapun pasokan indikatif bawang merah rata-rata sepekan terakhir mencapai 639,62 ton per hari di 20 pasar induk pantauan Kemendag. Angka itu 5,64 persen di atas pasokan normal sebesar 605,50 ton.

Sementara itu, pasokan bawang merah di pasar Induk Kramat Jati mencapai 112 ton per hari atau 14,29 persen lebih tinggi dari pasokan normal sebesar 98 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang merah petani harga bawang merah
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top