Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Minyak Mentah Melonjak, Stabilitas Harga Pertalite Perlu Dipertahankan

Dewan Energi Nasional (DEN) meminta PT Pertamina dapat mempertahankan stabilitas harga bahan minyak (BBM) jenis Pertalite dan pasokannya.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  09:22 WIB
Minyak Mentah Melonjak, Stabilitas Harga Pertalite Perlu Dipertahankan
Pertalite. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong PT Pertamina (Persero) dapat mempertahankan stabilitas harga bahan minyak (BBM) jenis Pertalite seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Sepanjang 2021, konsumsi Pertalite mencapai 23 juta kiloliter (kl), naik 30 persen dibandingkan 2020 sebesar 18 juta (kl). Peningkatan ini mengindikasikan geliat aktivitas di masyarakat mulai tumbuh.

Anggota DEN Satya Wira Yudha mengatakan dalam upaya mengamankan pasokan Pertalite diperlukan penegakan hukum dari aparat keamanan agar tidak terjadi kelangkaan.

Langkah ini juga penting untuk mencegah adanya potensi tindakan dari pihak yang ingin mengambil keuntungan sepihak seperti mengoplos atau penimbunan BBM.

“Pengaturan penggunaan Pertalite itu jadi kepentingan bersama. Penegakan hukum oleh aparat ini bisa langsung melakukan tindakan, peranan penegak hukum sangat besar. Jangan sampai ada upaya penimbunan,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/3/2022)

Menurutnya, penegakan hukum (law enforcement) akan menjadi kunci agar tidak terjadi penyelewengan di lapangan. Bahkan bukan tidak mungkin terdapat komoditas sama yang memiliki dua harga berbeda.

“Itu yang harus mendapatkan sorotan dari penegak hukum agar tidak ada orang berebut, dan chaos,” katanya.

Adapun harga Pertalite diketahui tidak pernah mengalami kenaikan sejak tiga tahun lalu. Pada 5 Januari 2019, Pertamina bahkan menurunkan harga Pertalite dari Rp7.800 menjadi Rp7.650 per liter untuk wilayah Jadebotabek.

Setali tiga uang, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi juga meminta Pertamina memastikan keandalan dan ketersediaan BBM di dalam negeri.

Sejauh ini kata dia belum ada laporan kelangkaan BBM yang diterima YLKI, sehingga diyakini BBM di Tanah Air termasuk jenis Pertalite yang paling banyak penggunanya masih aman.

“Saya kira pasokan cukup baik, tidak ada kelangkaan. Hanya saja pengawasannya memang harus diperkuat untuk mencegah adanya oknum yang menyalahgunakannya karena harga BBM jenis lain kan tinggi,” katanya.

Tulus juga mensinyalir, kendati harga BBM jenis RON 98 (Pertamax Turbo), Dexlite dan Pertadex sudah dinaikkan, konsumen tidak akan serta merta turun kelas ke Pertalite.

Kalaupun ada kendaraan yang menurunkan kualitas bensinnya diperkirakan mereka akan menggunakan Pertamax (RON 92).

“Masing-masing ada segmentasinya. Hanya saja mungkin yang perlu ditekankan adalah agar kendaraan pribadi yang seharusnya menggunakan RON tinggi tidak menggunakan Pertalite,” ujar dia.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga-Subholding Upstream Pertamina Irto P Gintings mengatakan Pertamina selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi adanya penimbunan BBM.

“Insyaallah pasokan Pertalite aman. Pertalite disalurkan ke seluruh lokasi regional yang dikelola Pertamina Patra Niaga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina harga minyak mentah Pertalite
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top