Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nikel Meroket 250 Persen, London Metal Exchange Setop Perdagangan

Kejadian paling mengejutkan di London Metal Exchange (LME) terjadi setelah investor dan pemain industri yang menjual logam berebut membeli kontrak kembali setelah harga reli di tengah kekhawatiran pasokan dari Rusia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  18:01 WIB
Nikel Meroket 250 Persen, London Metal Exchange Setop Perdagangan
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa berjangka dengan pasar terbesar di dunia, London Metal Exchange (LME) menghentikan sementara aktivitas perdagangan nikel setelah meroketnya harga di atas 250 persen pada Selasa (8/3/2022).

Dilansir Bloomberg, komoditas yang digunakan untuk baja tahan karat atau stainless steel dan baterai kendaraan listrik ini melonjak ke level US$100.000 per ton.

Kejadian paling mengejutkan di LME terjadi setelah investor dan pemain industri yang menjual logam berebut membeli kontrak kembali setelah harga reli di tengah kekhawatiran pasokan dari Rusia.

Peristiwa itu mengingatkan pada periode tergelap LME setelah krisis timah pada 1985 yang menangguhkan perdagangan timah selama 4 tahun sehingga membuat banyak pialang gulung tikar.

"Ini adalah kedua kalinya setelah krisis timah. Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan, dan firasat saya mereka mungkin akan mempertimbangkan untuk membatalkan perdagangan hari ini juga," kata pialang Kingdom Futures yang memulai karirnya di LME pada 1974, Malcolm Freeman.

Para trader, penambang, dan industri biasanya akan mengambil kesempatan dengan harapan harga komoditas akan turun atau biasa disebut short position pada perubahan harga sebagai lindung nilai untuk pasokan logam fisiknya.

Secara teori, setiap adanya pergerakan harga pada stok logam fisik dan posisi pertukaran harus saling membatalkan.

Namun, ketika harga naik tajam, siapa pun yang berada dalam short position di bursa perlu menyiapkan sejumlah jaminan yang lebih besar untuk membayar peringatan dari broker untuk menambah modal atau margin call.

Untuk itu, para trader dan broker harus menyetor uang tunai dan sejumlah efek yang dikenal sebagai margin secara teratur untuk menutupi potensi kerugian.

Jika mereka gagal membayar, mereka akan dipaksa untuk menutup posisi mereka.

Produsen nikel dan produk stainless steel terbesar di dunia, Tsingshan Holding Group Co., tengah mendapat tekanan besar dari para pialangnya untuk memenuhi margin call setelah bertahan di posisi short selama berbulan-bulan di pasar LME.

Sebuah unit dari China Construction Bank Corp., yang merupakan salah satu pialang Tsingshan, diberi waktu tambahan oleh LME untuk membayar ratusan juta dolar panggilan margin yang tidak terjawab pada Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas Nikel london metal exchange
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top