Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minyak Goreng Masih Langka, Peritel: Pasokan Masih Terhambat di Distributor

Pasokan minyak goreng di sejumlah ritel hingga akhir bulan ini ternyata masih terhambat.  Bahkan, keterbatasan pasokan minyak goreng itu juga terjadi di sebagian wilayah Jabodetabek. 
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  17:38 WIB
Seorang pengunjung memilih minyak goreng kemasan di Supermarket GS, Mal Boxies123, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021).  - Antara Foto/Arif Firmansyah/tom.\r\n
Seorang pengunjung memilih minyak goreng kemasan di Supermarket GS, Mal Boxies123, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021). - Antara Foto/Arif Firmansyah/tom.\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengakui masih adanya kelangkaan pasokan minyak goreng di sejumlah ritel hingga akhir bulan ini.  Bahkan, keterbatasan pasokan minyak goreng itu juga terjadi di sebagian wilayah Jabodetabek. 

Bisnis sempat mencari minyak goreng kemasan di Superindo Bukit Sarua, Tangerang Selatan pada Minggu (27/2/2022) siang. Hanya saja, gerai modern itu tidak menyediakan minyak goreng. Salah seorang petugas mengatakan pasokan minyak goreng sudah terhambat sejak tiga hari lalu ke gerai mereka. 

Menurut Roy, keterbatasan pasokan itu terjadi lantaran masih adanya hambatan distribusi di tingkat distributor. Dugaan itu berdasar pada temuan adanya praktik penimbunan minyak goreng yang dilakukan oleh distributor dan spekulan.

“Iya betul masih ada kelangkaan ini masih diurut oleh Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan jadi masih difokuskan untuk rantai distribusinya, sampai saat ini setiap daerah sedang diurai distribusinya,” kata Roy melalui sambungan telepon, Minggu (27/2/2022). 

Roy mengaku sudah melaporkan ke Satgas Pangan ihwal terbatasnya pasokan minyak goreng dari distributor ke gerai modern pada Kamis (24/2/2022). Laporan itu belakangan tengah ditindaklanjuti lewat upaya penguraian distribusi minyak goreng yang diduga masih terhambat di tingkat distributor. 

“Kita tahu beberapa hari ini terus terjadi temuan-temuan kita apresiasi pemerintah yang menjalankan fungsi penguraian ini ternyata membuahkan hasil dan telah ditemukan beberapa spekulan dan distributor yang tidak menyalurkan minyak goreng secara maksimal,” kata dia. 

Kendati demikian, dia memastikan pasokan minyak goreng berangsur bakal pulih pekan depan. Dia mengatakan masyarakat bakal kembali dapat membeli minyak goreng dengan normal pada gerai modern sebelum lebaran nanti. 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi geram saat mendapati harga minyak goreng di Medan, Sumatera Utara masih jauh dari ketetapan harga eceran tertinggi atau HET. Sementara pasokan minyak goreng di Sumatera Utara surplus hingga 33 juga liter selama 10 hari terakhir. 

Lutfi mengancam bakal menindak tegas pelaku penimbunan minyak goreng yang membuat harga bergejolak di tengah surplusnya pasokan di daerah. Adapun, Kementerian Perdagangan sudah menggandeng aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan. 

Hal ini ditegaskan Lutfi saat memimpin rapat koordinasi distribusi migor di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (26/2). Sebelumnya, Lutfi juga memimpin rakor di Bandar Lampung, Lampung; Padang, Sumatera Barat; dan Jambi.

“Pasokan migor di Sumut melimpah namun keadaan tidak sesuai di pasar. Untuk itu, Kemendag akan melibatkan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku penimbunan, baik dari produsen maupun peritel,” kata Lutfi. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng ritel modern
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top