Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daftar Investasi Rusia di Indonesia, Terpengaruh Konflik dengan Ukraina?

Rusia menempati posisi ke-37 dalam hal investasi di Indonesia. Pada 2021, negara tersebut meneken investasi di 280 proyek dengan nilai mencapai US$9,2 juta (per Januari—September 2021).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  14:45 WIB
Pertamina Refinery Unit atau RU III Plaju mencatat produksi polytham polypropylene melampaui target yang dipatok pada tahun 2020. istimewa
Pertamina Refinery Unit atau RU III Plaju mencatat produksi polytham polypropylene melampaui target yang dipatok pada tahun 2020. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Rusia merupakan salah satu negara yang getol menempatkan investasi di Indonesia dan mencakup berbagai sektor. Aktivitas perdagangan kedua negara pun terus menguat seiring terbitnya berbagai perjanjian dagang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Rusia menempati posisi ke-37 dalam hal investasi di Indonesia. Pada 2021, negara tersebut meneken investasi di 280 proyek dengan nilai mencapai US$9,2 juta (per Januari—September 2021).

Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa akumulasi aliran investasi (foreign dircet investment/FDI) Rusia ke Indonesia dalam kurun 2016—2021 mencapai US$46,82 juta.

Kementerian Investasi pun mencatat bahwa pada 2016—2021, penempatan investasi Rusia tersebar di berbagai wilayah, yakni sekitar US$26,8 juta (57,3 persen) di Bali dan Nusa Tenggara, sekitar US$15,5 juta di Sumatera (33 persen), sekitar US$3,4 juta (7,3 persen) di Jawa, dan sekitar US$1,12 juta (2,4 persen) di Sulawesi.

Beberapa sektor investasi yang menjadi tujuan investasi Rusia di Indonesia di antaranya adalah industri kimia dan farmasi, hotel dan restoran, transportasi, infrastruktur, properti, perdagangan, pariwisata, serta jasa dan layanan. Selain itu, terdapat pula investasi di sektor energi.

Indonesia dan Rusia memiliki kerja sama pembangunan kilang grass root refinery (GRR) di Tuban, Jawa Timur. Kilang itu merupakan proyek kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dengan Rosneft, perusahaan asal Negeri Beruang Merah.

"Masih terdapat banyak potensi kerjasama perdagangan dan investasi yang dapat dijajaki dan dieksplorasi lebih lanjut oleh Indonesia dan Rusia. Salah satu kerja sama investasi yang saat ini sedang berjalan terkait pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, dan Blok Natuna yang diharapkan dapat terealisasi sesuai rencana," ujar Airlangga, belum lama ini.

Kilang di Tuban itu rencananya akan memiliki kapasitas pengolahan 300.000 barel per hari (BPOD). Volume produksi bahan bakar minyak (BBM) akan mencapai 30 juta liter per hari untuk gasoline dan diesel, 4 juta liter per hari untuk avtur, dan 4,25 juta ton per tahun untuk petrokimia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Tutuka Ariadji menilai bahwa eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina sejauh ini tidak akan mengganggu rencana investasi yang ada. Dia pun meyakini pembangunan kilang akan tetap berjalan baik.

"Kami belum melihat pengaruh [konflik Rusia dan Ukraina] ini terhadap proyek Rosneft di Tuban," ujar Tutuka pada Jumat (25/2/2022) melalui keterangan resmi.

Di sisi perdagangan, Indonesia telah meneken berbagai kerja sama dengan Rusia. Yang terbaru, kedua negara menyepakati rencana pelaksanaan pameran Industri INNOPROM: Industrial Exposition dan Business Dialogue di Jakarta pada 10—12 Maret 2022.

Adapun, pada periode Januari—Oktober 2021 neraca perdagangan Indonesia dan Rusia tercatat mencapai US$2,21 miliar, naik 44,33 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$1,53 miliar. Minyak sawi, sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor ke Rusia mengalami peningkatan yang tinggi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina refinery kementerian investasi Perang Rusia Ukraina
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top