Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Dari Sanksi Ekonomi ke Rusia Hingga BTPN Bakal Tancap Gas Tahun Ini

Invasi Rusia ke Ukraina disambut AS dan sekutunya dengan sejumlah sanksi ekonomi. Dalam jangka pendek sanksi itu diperkirakan tidak akan terasa oleh Rusia
Saeno
Saeno - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  07:53 WIB
Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat Divisi Airborne ke-82 berjalan menuju pesawat udara yang akan bertolak ke Eropa Timur di Fort Bragg, Carolina Utara, Amerika Serikat, Senin (14/2/2022). - Antara/Reuters
Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat Divisi Airborne ke-82 berjalan menuju pesawat udara yang akan bertolak ke Eropa Timur di Fort Bragg, Carolina Utara, Amerika Serikat, Senin (14/2/2022). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Invasi Rusia ke Ukraina disambut AS dan sekutunya dengan sejumlah sanksi ekonomi

Meski dalam jangka pendek sanksi itu tidak akan terasa, halnya akan berbeda bagi perekonomian Rusia di masa depan

Selain analisis tentang sanksi ekonomi untuk Rusia, sejumlah berita yang disajikan secara analisis di Bisnisindonesia id terhidang untuk Anda

Berikut 5 berita pilihan dalam Top 5 News Bisnisindonesia id hari ini, Jumat (25/2/2022):

1. Menyangksikan Sanksi Ekonomi ke Rusia

AS telah menetapkan sanksi kepada sejumlah bank Rusia, yakni Rossiya, Genbank, Black Sea Development and Reconstruction Bank, dan IS Bank yang memiliki aset kurang dari US$100 juta.

Biden menambah tekanan kepada sektor keuangan Rusia dengan mengetatkan pembelian surat utang negara Rusia oleh investor AS. Larangan mencakup pembelian di pasar sekunder jika telah melakukan transaksi di pasar perdana. Ketentuan ini berlaku pada surat utang Rusia yang diterbitkan setelah 1 Maret 2022.

Akankah semua sanksi itu membuat Rusia jera?

2. Evaluasi Izin, Revitalisasi, & Modeling Tambak Kunci Pacu Udang

Dengan revitalisasi pertambakan udang KKP membidik besaran produksi mencapai 30 ton per ha/tahun untuk tambak intensif serta sebanyak 10 ton per ha/tahun untuk tambak semi intensif.

Adapun tambak tradisional diharapkan menyumbang 0,6 ton per ha/tahun sementara untuk pertambakan dengan sistem modeling intensif ditarget mampu memproduksi udang hingga 80 ton per ha/tahun.

3. Utak-Atik PLTU Batu Bara Demi Netral Karbon yang Dilematis

Di satu sisi, kontribusi perusahaan setrum pelat merah (PLN) dinilai mampu mempercepat penurunan emisi karbon terutama dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Namun, di sisi lain tuntutan untuk secara perlahan meninggalkan PLTU akan berdampak terhadap keuangan perseroan.

Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung Kalimantan Selatan, Rabu (13/3/2019)./Bisnis-Nurul Hidayat

4. Menghitung Peluang Bangkitnya Saham UNVR Usai Jatuh Terperosok

Sejak pertama kali melantai di pasar modal Indonesia pada 11 Januari 1982, saham UNVR relatif terus menguat. Memasuki dekade 2000-an, kenaikan harga saham UNVR makin mencolok. Puncak penguatan saham UNVR adalah pada 29 Desember 2017 di level Rp11.180.

Namun, sejak saat ini, saham UNVR terus melemah. Hari ini, Kamis (24/2), saham UNVR ditutup di level Rp3.690, turun 3,40 persen dibanding level penutupan kemarin. Sepanjang tahun ini, saham UNVR sudah turun 10,22 persen. Jika dibanding level tertingginya tersebut, UNVR sudah anjlok 67 persen.

5. Sukses Dongkrak Laba di 2021, BTPN Bakal Tancap Gas Tahun Ini

PT Bank BTPN Tbk. Akan memperkuat segmen kredit pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ritel serta bisnis wealth management melalui optimalisasi strategi digital banking guna meningkatkan kinerjanya sepanjang tahun ini.

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana optimistis rencana bisnis perseroan akan berjalan dengan baik sejalan dengan upaya vaksinasi dari pemerintah, di mana pemulihan ekonomi diperkirakan bisa lebih baik di 2022 dibanding 2021.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top