Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Percepat Realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat, Ini Alasannya

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dipercepat dengan berbagai kebijakan, mengingat kelapa sawit sangat berkontribusi dalam perekonomian nasional.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  18:38 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1 - 2021). Bisnis
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1 - 2021). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya dalam mempercepat realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting dengan berbagai kebijakan, mengingat kelapa sawit sangat penting terhadap perekonomian nasional.

Industri kelapa sawit tercatat turut berkontribusi terhadap PDB nasional, sebesar 3,5 persen dan juga sangat berperan dalam mengurangi kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 16 juta pekerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan program PSR yang dilaksanakan pada hari ini, Kamis (24/2/2022) di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan target dan keberlanjutan program tersebut.

"Ketentuan kemitraan yang telah dirancang selain untuk mempercepat pelaksanaan PSR, sekaligus bertujuan untuk memastikan kualitas kebun sawit rakyat akan tumbuh dengan kualitas yang sama dengan kualitas kebun perusahaan mitranya," kata Airlangga dalam acara Penanaman Perdana Program PSR di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, mengutip siaran pers, Kamis (24/2/2022).

Airlangga berharap, perusahaan mitra bertanggungjawab untuk membantu pekebun membangun kebun sawitnya dengan kualitas minimal sama dengan kebun mitranya atau bahkan lebih baik, dengan memanfaatkan teknologi terkini serta memastikan aspek keberlanjutan baik dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan.

Dari sisi pembiayaan, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga subsidi dan grace period selama 5 tahun.

"Dengan dukungan tersebut, pekebun membayar cicilan setelah tanaman sawitnya menghasilkan," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, replanting dilakukan di kebun kelapa sawit milik 1.233 petani swadaya dengan total lahan seluas 2.844 hektare yang tersebar di 16 desa.

Adapun skema kemitraan ini melibatkan Sinar Mas Agribusiness and Food sebagai perusahaan inti dengan 16.361 petani plasma. Untuk jenis bibit yang digunakan, adalah jenis DXP Dami Mas dengan produktivitas mencapai 25-30 ton TBS/hektar. Untuk tahun 2022 ini,  Sinar Mas Agribusiness and Food menargetkan 1.300 hektar lahan petani swadaya.

Program PSR menjadi salah satu Program Strategis Nasional, sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit nasional yang saat ini rata-rata sebesar 3-4 ton/hektar dan umur tanaman di atas 25 tahun.

Dengan menggunakan bibit unggul dan penerapan Good Agriculture Practice (GAP), program PSR diharapkan dapat meningkatkan produksi kelapa sawit tanpa harus membuka lahan baru sehingga bisa meningkatkan pendapatan pekebun rakyat secara optimal.

Program PSR ditargetkan dari tahun 2020-2022 untuk lahan seluas 540.000 hektare dan dengan dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sebesar Rp30 juta/hektar untuk maksimal lahan seluas 4 hektar/pekebun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit kelapa sawit airlangga hartarto
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top